Tawarkan Solusi Pasca Tambang, Bahar Ungkap Petuah Sang Nenek

Muri_Wow    •    Sabtu, 20 Maret 2021 | 15:22 WIB
Lokal
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pariwisata, Bahar Buasan.(mur/wb)
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pariwisata, Bahar Buasan.(mur/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pariwisata, Bahar Buasan mengatakan ketahanan pangan daerah adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan nasional.

Sebagai daerah kepulauan yang selama ini mengandalkan komoditi tambang timah, dikatakan Bahar, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah saatnya bergeser ke arah agribisnis dan pariwisata.

“Provinsi Kepulauan Babel ini kan komoditas utamanya tambang. Nah, kita di Kadin mengupayakan bagaimana Babel ini sekarang beralih ke sektor unggulan baru, agribisnis, yakni Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Pariwisata dan Industri,” kata Bahar saat konferensi pers Membangun Ketahanan Pangan Daerah, di Santika Hotel kota Pangkalpinang, Sabtu (20/3/2021).

Bahar mencontohkan, potensi pertanian dan perkebunan di Bangka Belitung adalah merupakan yang terbaik di Indonesia, namun informasi ini belum sampai meluas.

“Kita memiliki nanas terbaik, manurut saya nanas paling enak itu ada di Babel, di Toboali Bangka Selatan. Durian kita, juga luar biasa. Ngomong ikan, ikan Katarap kita ini juga yang terbaik. Sayangnya ini belum semua orang tau. Makanya kita dari Kadin mendorong hal ini, agar mampu meningkatkan dan membantu perekonomian daerah. Ini kan untuk mewujudkan ketahanan nasional, tapi harus dimulai dari daerah. Artinya, ketahanan daerah kuat, maka ketahanan nasional kuat dan maju,” ungkap Bahar yang sempat menjadi anggota DPD RI satu periode ini.

Untuk mewujudkan hal ini, kata Bahar, perlu dilakukan strategi marketing yang dilakukan semua pihak secara bersama-sama. Karena selama ini kendala masyarakat di Babel adalah terkait penjualan produk-produk yang dihasilkan.

“Kalau secara teori marketing itu, ada yang namanya trust commitment to loyality, dan transaction cost, karena harga dia loyal. Tapi kalau trust commitment to loyality, orang tau barang kita bagus, orang akan loyal. Satu lagi, kita butuh membangun Cold Storage, untuk menjamin kualitas barang pertanian dan perkebunan kita,” lanjutnya.

Dilanjutkannya, bahwa Kadin Babel saat ini tengah mempersiapkan sebuah sistem marketing berbasis digital, untuk menjawab tantangan di era transaksi teknologi yang serba digitalisasi seperti saat ini.

“Ada bidangnya yang ngurusi digitalisasi, kita sedang mempersiapkan itu. Pasti itu, sebuah keharusan agar produk kita bisa bersaing dan marketingnya bisa luas,” katanya.

Bahar sendiri sempat menyinggung perihal keterlibatan anak muda milenial dalam mengembangkan lima sektor baru pengganti tambang timah di Babel.

“Anak muda gak usah malu untuk berusaha dibidang pertanian, perkebunan, perikanan dan lain-lain. Kata nenek saya yang lahir tahun 1900, kita boleh miskin tapi harus sekolah, jangan takut pada orang yang tidak bisa tapi takutlah pada orang yang tidak mau. Jangan takut dengan barang mahal, orang beli banyak kita beli sedikit. Modalnya, generasi muda, anak muda harus berani memulai,” tutupnya. (mur/wb)




MEDSOS WOWBABEL