Langgar Aturan Lalu Lintas, 41 Unit Motor Ditilang Ditlantas Polda Babel

Firman    •    Minggu, 21 Maret 2021 | 10:49 WIB
Lokal
Para pengendara menunggu surat tilang lantaran melanggar aturan lalu lintas.(fn/wb)
Para pengendara menunggu surat tilang lantaran melanggar aturan lalu lintas.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Puluhan kendaraan roda dua (R2) yang melanggar lalu lintas di jalan raya kembali ditertiban oleh Direkrorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Babel, di dua titik wilayah Kota Pangkalpinang.

Penertiban yang digelar Ditlantas bersama Satlantas Polres Pangkalpinang, dipimpin langsung Kabag Bin Ops Kompol Deddy Dwitya Putra dan didampingi Kasi STNK Kompol Indra Gilang Kusuma, Sabtu (20/3/2021) malam.

Pada penertiban kali ini Ditlantas Polda Babel kembali mengeluarkan 41 surat tilang bagi kendaraan roda dua yang melanggar.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Babel, Kombes (Pol) Hindarsono melalui Kabag Bin Ops Kompol Deddy Dwitya Putra mengatakan pihaknya kembali menggelar penertiban bagi kendaraan R2 yang melanggar lalu lintas di jalan raya.

"Malam ini giat masih sama dengan sebelumnya, dengan cara hunting, dan giat tadi ada dua lokasi yang ada di wilayah Pangkalpinang, seperti jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan A Yani, pelaksanaan di mulai pukul 19.30 WIB sampai dengan 22.30 WIB," ungkap Kompol Deddy Dwitya Putra.

Selain itu ia menjelaskan, hasil penertiban yang dilakukan Ditlantas bersama Satlantas Polres Pangkalpinang, ada puluhan kendaraan R2 yang berhasil kita amankan, karena telah melanggar Lalu Lintas.

"Jumlah yang kita tilang ada 41 kendaraan roda dua melanggar, 16 kendaraan yang menggunakan knalpot brong, 17 tidak menggunakan helm, 2 tidak memiliki STNK, dan 6 tidak memiliki SIM," terangnya.

Ia juga menyampaikan, kegiatan ini rutin dilakukan agar situasi lalu lintas di jalan raya aman dan nyaman.

"Jadi pelaksanaan penertiban ini rutin dilakukan, agar masyarakat selalu mematuhi lalu lintas saat berkendara di jalan raya," imbuhnya.

Deddy menambahkan, giat rutin yang dilakukan pihaknya ini, dengan sasaran utama adalah bagi pengguna kendaraan R2 yang menggunakan knalpot brong.

"Sasaran utama bagi pengendara roda dua yang menggunakan knalpot brong, dan ini kita lakukan demi kenyamanan masyarakat dalam berkendara, karena gangguan knalpot brong, bisa menggangu kenyamanan orang lain," jelas Deddy.

Ditambahkannya, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melayangkan surat imbauan kepada toko-toko penjual spearpart dan bengkel-bengkel yang menerima pemasangan knalpot brong.

"Dalam waktu dekat ini, kita juga akan melayangkan surat imbauan kepada toko-toko spearpart untuk tidak lagi menjual knalpot brong kepada masyarakat, dan surat imbauan larangan penjualan knalpot brong tersebut telah diformulasikan, dan tinggal disebar ke para pemilik toko spearpart atau bengkel di kota Pangkalpinang," tuturnya.

"Jadi surat imbauannya sudah kami formulasikan dan tinggal diedukasikan serta dibagikan ke toko-toko penjual sprearpart knalpot brong dan bengkel-bengkel yang ada di Kota Pangkalpinang," tukas Kompol Deddy Dwitya Putra.(fn/wb) 






MEDSOS WOWBABEL