Billiton Sepada Lipat dengan Spesifikasi Gahar

ADVERTORIAL    •    Jumat, 26 Maret 2021 | 09:59 WIB
Nasional
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi saat menandatangi sepeda Billiton. (IST)
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi saat menandatangi sepeda Billiton. (IST)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Berawal dari sebuah diskusi ringan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dengan anak-anak muda Babel, lahirlah sebuah karya yang tak main-main dan bukan abal-abal. 

Sepeda lipat tiga 'Billiton', sebuah produk dengan spesifikasi yang gahar. Sepeda ini diyakini akan menjadi salah satu yang terbaik. Sama terbaiknya dengan dunia yang mengenal Billiton (Belitung tempo dulu) dengan sejarah dan keindahan alamnya. Billiton akan jadi titik jungkit untuk kian melambungkan nama Belitung.

Sepeda chrome lipat Billiton yang diproduksi PT Billiton Bike Indonesia ini 'hanya' berbobot 9,7 kilogram. Dibungkus dengan material khusus alumunium alloy 6061. Ini merupakan material berkualitas tinggi yang ringan dan kuat.

Material tersebut digunakan di frame set, main frame, triangle, seat post, handle post, bottom bracket, hingga suspension block kemudian finishing menggunakan clear anodizing.

Billiton dirakit menggunakan mesin CNC dengan tingkat presisi tinggi. Aksesorisnya juga diproduksi menggunakan mesin semi otomatis dengan teknisi profesional.

Untuk memastikan produk ini punya kualitas, Billiton telah lulus Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan sistem pendampingan manajemen mutu ISO 9001:2015 dengan nomor SNI 1049:2008 NPB 1-120-002-210392-5. Inilah gambaran yang tidak main-main yang disuntikkan ke sepeda lipat Billiton, sepeda lipat karya anak bangsa. Walaupun mungil tapi memiliki kekuatan luar biasa. Mampu menahan beban hingga 120 kilogram.

"Saya datang ke sini untuk memastikan produk sepeda lipat Billiton ini dapat bersaing dengan produk lainnya dari segi kualitas," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, di sela-sela kunjungannya ke PT Gema Air Masindo, Kabupaten Bogor, Kamis (25/03/2021) untuk melihat secara langsung proses perakitan sepeda lipat Billiton.

Di kesempatan siang itu, gubernur yang pernah dianugerahi penghargaan dari Menteri KUKM karena dianggap mampu mengorganisasikan usaha-usaha kecil, mendapat kehormatan menandatangani produk pertama sepeda lipat Billiton dengan nomor seri 01. Tanda bahwa Billiton siap mendunia. Ia memang serius untuk mewujudkan sepeda dengan brand lokal Babel.

Erzaldi mengatakan, dengan nama besar Billiton yang telah dikenal dunia akan sejarahnya, adalah suatu pertaruhan untuk disematkan menjadi brand sepeda lipat. 

Usai meninjau ke pabrik, pria yang oleh masyarakatnya akrab disapa Bang ER, mengaku puas melihat proses perakitan.

"Ini jelas bukan produk yang abal-abal, mudah saja saya beli dari mana tinggal ganti label Billiton, tapi jelas saya tidak mau merusak nama Belitung dengan cara seperti itu," ujarnya. 

Untuk meyakinkan masyarakat bahwa sepeda lipat ini berkualitas, selain menyukseskan program pemerintah untuk mencintai produk lokal, gubernur bersama Forkopimda Babel telah membeli sepeda lipat karya anak bangsa ini. 

Dia mengajak masyarakat Babel untuk mendukung suksesnya acara launching sepeda lipat yang rencananya dilakukan di Belitung dan akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto, di kegiatan "Tour de Babel" Mei dan Juni mendatang.

Gubernur menambahkan bahwa, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia yang mempekerjakan sebagian besar tenaga kerja Indonesia. Maka, sektor ini harus dijaga dan pelaku UMKM pun dituntut untuk bisa lebih kreatif lagi. 

"Pelaku bisnis khususnya UMKM harus bisa lebih peka dalam merespons perubahan perilaku masyarakat yang terjadi secara masif seperti ini, hal ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM lokal," pungkas Gubernur Erzaldi, yang dianugerahi Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan dari Ketenagakerjaan RI.

Melihat Lebih Dekat 'Billiton'

Billiton dirakit di pabrik yang berada di Jalan Alternatif Tengsaw, Citeureup. Ke depan, proses perakitan sepenuhnya akan berlokasi di Belitung pada bulan Mei 2021 ini.

Spesifikasi sepeda ini diyakini mampu menyaingi sepeda impor ternama seperti Brompton dan sejenisnya yang dihargai sampai ratusan juta rupiah.

Billiton mendapat keuntungan tersendiri karena langsung diendors oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman yang memamerkannya di sosial media milik pria yang dua kali berturut-turut menjadi Bupati di Bangka Tengah.

Ditambah lagi bersepeda dewasa ini tidak sekadar menjadi tren dan gaya hidup, tetapi menjelma sebagai cara hidup. Belanda misalnya, berhasil mewujudkan sepeda sebagai salah satu transportasi publik, dengan populasi pengguna mencapai 25 persen. 

Tak ingin melewatkan momentum tersebut, Founder sepeda lipat Billiton sekaligus pengelola Belitong Maritime Ecotourism Development, Daniel Alexander akan menggenjot secepatnya pembangunan pabrik yang direncanakan selesai tahun 2021 dan berlokasi di KEK Tanjung Kelayang Belitung.

"Kami berterima kasih atas peran dan dukungan dari Bapak Gubernur dengan membantu mempromosikan sepeda lipat Billiton karya anak bangsa," ucapnya. 

Dia juga menambahkan sepeda Billiton ini lahir dari Belitung Maritim Ecotourism Development yang akan menjadi kebanggaan nasional. 

"Diharapkan dengan kehadiran sepeda ini, dapat memacu UMKM lokal lainnya untuk dapat menjadi akselerator bersama," ujarnya. 

Pemilihan nama brand Billiton untuk mengingatkan dunia akan nama besar Belitung. Dalam sejarahnya Billiton dinamai oleh negara Inggris karena pelafalan Belitung dalam dialek Inggris. Billiton sendiri saat itu terkenal dengan tambang timah terbesar di dunia  yang bernama Billiton Maskapai. 

Sejarah mencatat bahwa Billiton pada era perdagangan rempah-rempah menjadi jalur maritim perdagangan internasional yang dikenal dengan nama Maritime Spice Route setelah zaman perdagangan melalui darat antara Cina dan Arab yaitu Silk Route (Jalur Sutera).

"Ini dibuktikan dengan penemuan harta karun pada tahun 1998 di perairan Belitung," jelas Daniel. 

Selain itu, betapa pentingnya Billiton, Thomas Raffles sempat menjadikan daerah ini sebagai tempat transit pasukannya sebelum bergerak ke tanah Jawa. 

Sekarang, Belitung sedang bertransformasi dari pertambangan ke pariwisata. Daniel mengajak peran serta seluruh pihak mendukung Belitung kembali lestari seperti sedia kala. 

"Oleh karena itu, ini saatnya mengangkat nama Billiton itu kembali lewat destinasi pariwisata dan produk ekonomi kreatif, seperti sepeda yang sedang kita lihat bersama ini," ujarnya. 

Salah satu Founder Billiton, Agus Cahyono juga menawarkan fitur unggulan yang tidak kalah dengan sepeda lipat lainnya. Mulai dari tampilan hingga nilai ekonomisnya. 

Sepeda lipat Billiton akan dibanderol dengan harga Rp12.500.000 untuk Frame Set, dan untuk Full Body dimulai dengan harga Rp30.000.000 yang akan dilaunching bertepatan dengan event bersepeda skala nasional "Tour de Babel" yang berlokasi di dua tempat. Yaitu 28-30 Mei 2021 dilaksanakan di Pulau Belitung dan 5-7 Juni 2021 dilaksanakan di Pulau Bangka. 

"Spesifikasi sepeda chrome lipat 'Billiton' yang spesial itu, antara lain memiliki berat 9,7 Kg, diproduksi dengan menggunakan material khusus alumunium alloy 6061 yang  merupakan material berkualitas tinggi yang ringan dan kuat, material tersebut digunakan di frame set, main frame, triangle, seat post, handle post, bottom bracket, hingga suspension block kemudian finishing menggunakan clear anodizing," jelasnya. 

Sementara pembuatan rangka sepeda Billiton menggunakan mesin CNC dengan tingkat presisi tinggi. 

Sepeda Billiton juga telah lulus Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan sistem pendampingan manajemen mutu ISO 9001:2015 dengan mendukung pengembangan ekonomi lokal untuk menyediakan lapangan kerja bagi sektor industri yang terdampak pandemi serta pengembangan assembly point di Belitung bekerja sama dengan UMKM lokal. 

Untuk yang ingin membeli sepeda lipat Billiton ini dapat membeli langsung di Sheraton Hotel Belitung atau bisa melakukan pemesanan online melalui instagram @fitaminbike. (adv/*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE