Gara-gara Utang, Yuza Diringkus Polisi

Firman    •    Selasa, 30 Maret 2021 | 20:41 WIB
Lokal
Caption: Yuza Bong (25) akhirnya berhasil dibekuk Tim Naga Polres Pangkalpinang, Senin (29/3/2021) sore, di Perumahan Kawasan Kampak, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang. (IST)
Caption: Yuza Bong (25) akhirnya berhasil dibekuk Tim Naga Polres Pangkalpinang, Senin (29/3/2021) sore, di Perumahan Kawasan Kampak, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang. (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Yuza Bong (25) akhirnya berhasil dibekuk Tim Naga Polres Pangkalpinang, Senin (29/3/2021) sore, di Perumahan Kawasan Kampak, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang.

Yuza Bong, dibekuk Polisi, lantaran terlibat penganiayaan terhadap Bagus Riski Rindang (29) warga Kelurahan Tua Tunu.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan Yuza Bong terhadap Bagus Riski Rindang, saat Riski menanggih utang kepada Yuza sebesar Rp150 ribu.

Bukannya dibayar oleh Yuza utang, malah Bagus Riski dianiaya oleh Yuza, di samping pemancingan serasi, Kampak, Kecamatan Gerunggang pada Senin (29/3/2021) pada pukul 13.30 WIB. 

Akibat dari penganiayaan itu, korban Bagus Riski, mengalami luka lebam pada bagian kepala, mata dan hidung sedangkan perut korban ditendang oleh pelaku Yuza.

Setelah mendapatkan penganiayaan korban Bagus Riski, langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Pangkalpinang, dan tidak butuh waktu lama, Tim Buser Naga yang dipimpin Aipda Rudi Kiai berhasil menangkap pelaku pada hari yang sama sekira pukul 16.00 WIB. 

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra membenarkan, pihaknya telah berhasil mengamankan seorang pelaku penganiayaan. 

"Ya benar pelaku diduga penganiayaan telah berhasil dimanakan, tadi setelah mendapat laporan polisi, Tim Buser Naga langsung menuju tempat kejadian perkara, sekitar pukul 16.00 WIB keberadaan pelaku terdeteksi di wilayah Kampak, selanjutnya langsung diamankan dan dibawa ke Polres Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan," jelas AKP Adi Putra, Selasa (30/3/2021).

Sementara itu, pelaku Yuza Bong, dihadapan polisi mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban. 

"Korban itu gadai handphone BlackBerry Rp 500 ribu, kalau jual putus Rp 800 ribu, saya bilang enggak ada uang, adanya Rp150 ribu, jadi sekitar pukul 16.00 WB, tadi dia minta uangnya sambil marah-marah," ungkap pelaku.

Sementara korban Bagus Riski mengungkapan ia mendapat pukulan dari pelaku hanya ingin menagih hutang kepada pelaku. 

"Kejadiannya di Perumahan Anjoyo, saya tagih hutang kepada pelaku, tapi saya malah dapat pukulan di bagian mata oleh pelaku," ujarnya. (fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL