Hidayat Arsani Tanggung Biaya Hidup Pasien COVID-19 di Desa Sadai Selama Karantina

Aston    •    Selasa, 30 Maret 2021 | 14:23 WIB
Nasional
Hidayat Arsani memberikan bantuan sembako bagi warga Desa Sadai yang sedang menjalani karantina lantaran terpapar Virus Corona.(as/wb)
Hidayat Arsani memberikan bantuan sembako bagi warga Desa Sadai yang sedang menjalani karantina lantaran terpapar Virus Corona.(as/wb)

TUKAKSADAI,www.wowbabel.com -- Sebanyak dua mobil jenis pikep yang bermuatan bahan makanan sembako tiba di Balai Karantina Lasien Covid-19  Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan (Basel), Selasa (30/3/2021)  untuk  diberikan kepada puluhan pasien Covid-19 yang tengah menjalani karantina. 

Bahan sembako tersebut berasal dari sumbangan pengusaha tambak udang vaname, Hidayat Arsani. Pengusaha sekaligus mantan Wakil Gubernur Provinsi Babel itu  mengantarkan secara langsung  kepada pasien di balai karantina didampingi Kapolres, Camat, dan Kepala Desa. 

"Ini sebagai bentuk peduli dan rasa cinta kami kepada masyarakat Desa Sadai. Terlebih saya ada perusahaan di sini jadi sudah menjadi kewajiban kami membantu," kata Hidayat Arsani seraya mengatan bantuan sembako yang  untuk mencukupi kebutuhan selama 20 hari. 

Pada kesempatan itu Hidayat Arsani, turut memberikan motivasi kepada 22 pasien warga Desa Sadai yang tengah menjalani karantina lantaran terpapar Covid-19. 

Panglima Dayat sapaan akrab Hidayat Arsani mengimbau pasien agar menjaga pola hidup selama menjalani karantina dengan tetap menjaga pola makan yang cukup serta tidak lupa berolahraga. 

"Jaga pola pikir jangan sampai stres. Tidur  yang nyenyak, makan yang cukup, olahraga,  dan bila perlu jam dua belas siang berendam di air laut karena pantai ada di samping balai karantina ini. Insya Allah semuanya cepat sehat, " tuturnya. 

Santunan berupa sembako tersebut diharapkan dapat meringankan beban pasien, pemerintah Desa dan pemerintah kabupaten ditengah situasi pandemi. 

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Siswanto mengatakan, Desa Sadai diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mengingat jumlah warga yang terpapar cukup tinggi. 

"Sejauh ini ada 38 orang Desa Sadai yang terpapar, 22 orang menjalani karatina di Balai Karantina Desa Sadai dan 16 pasien di Balai Karantina milik Pemkab Basel," ungkap AKBP Agus Siswanto.(as/wb) 






TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL