Sebagian Besar Tempat Usaha di Beltim Belum Miliki Perizinan

Pelaku usaha yang mendapat pembinaan oleh Pemkab Belitung Timur.(ist)
Pelaku usaha yang mendapat pembinaan oleh Pemkab Belitung Timur.(ist)

MANGGAR, www.wowbabel.com -- Satpol PP Kabupaten Belitung Timur mengundang 127 perwakilan pengusaha warung kopi, rumah makan, dan tempat hiburan di Kabupaten Beltim, Kamis (1/4/2021). Undangan terkait sosialisasi peraturan protokol kesehatan, pembinaan perizinan dan sekaligus rencana surat edaran untuk bulan Ramadan.

Dari 127 perwakilan yang diundang, 76 perwakilan hadir pada pertemuan di Kantor Satpol PP Kabupaten Beltim. Mayoritas merupakan pengusaha yang berdomisi di Kecamatan Manggar dan Gantung.

Sekretaris Daerah Belitung Timur Ikhwan Fachrozi mengatakan di Bulan Ramadan nanti rumah makan dan warung kopi tetap bisa tetap beroperasi. Namun tentu saja harus menggunakan penutup untuk menghormati umat yang menjalan ibadah puasa.

“Kalau jam operasionalnya kita sesuaikan, soalnya ada juga rumah makan yang tetap buka hingga waktu sahur. Kalau masalah rumah makan atau warung kopi itu tidak terlalu kita permasalahkanlah beroperasi di Bulan Ramadhan,” kata Ikhwan.

Namun ditekankannya yang jadi masalah adalah tempat hiburan malam. Apalagi menurutnya banyak yang tidak memiliki izin atau bahkan belum pernah mengurus izinnya sama sekali.

 “Yang tutup itu yang mana, rumah makan dan warung kopi tidak akan kita tutup. Tapi yang sifatnya hiburan malam yang bermasalah, apalagi ditambah mereka tidak pernah memproses izin sama sekali. Ini lah yang akan kita pilah-pilah dalam surat edaran kita nanti,” jelas Ikhwan.

Dalam pertemuan itu Pemkab Beltim mendorong agar seluruh tempat usaha di Kabupaten Beltim untuk memproses izin. Tempat usaha juga wajib mendaftarkan pekerjanya, baik untuk adminitrasi kependudukan maupun untuk jaminan kesejahteraan dan kesehatan pekerjanya.

“Nah nanti kan bisa ketahuan mereka ini sesuai dengan syarat atau tidak. Nah ini yang kita diskusikan hari ini. Termasuk juga mereka harus melaporkan pekerjanya,” jelas Ikhwan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Beltim Zikril menyatakan banyak tempat usaha di Kabupaten Beltim belum memiliki izin yang lengkap. Ia pun meminta agar tempat usaha segera dapat mengurus perizinan supaya legalitas usahanya memiliki jaminan.

 “Kita ini mencoba melakukan pembinaan. Mulai momen ini tempat usaha yang belum punya izin, cobalah diurus izinnya,” kata Zikril seusai Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan terhadap Rumah makan, warung kopi dan tempat hiburan di Kantor Satpol PP Beltim, Kamis (1/4/21).    

Zikril pun mencontohkan para pelaku usaha di Kawasan Pusat Jajanan Masyarakat (Pujamas) Kecamatan Gantung. Dari 27 tempat usaha yang ada di Pujamas semuanya tidak memiliki izin.

“Nah kendala mereka ada di lahan tempat mereka berjualan. Lokasinya kan itu di atas lahan milik PT Timah,” ungkap Zikril.

Meski begitu, Satpol PP tidak akan mengganggu usaha orang yang ingin mencari nafkah. Namun sebagai timbal balik, para pelaku usaha diminta agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk diantaranya menerapkan protokol kesehatan.

“Kita harap mereka tertib administrasi, tertib asusila dan jangan ‘nakal’. Nakal itu apa misalnya ada indikasi prostitusi terselubung. Dalam penertiban minggu lalu ada yang sudah kita sudah tegur,” ujar Zikril.

Mantan Camat Gantung itu menekankan pembinaan Satpol PP Beltim dengan mengedepankan pendekatan humanis, prinsipnya lebih baik mencegah dari pada menindak.

“Kami Pamong Praja, bagaimana membuat orang tertib namun tidak menyakiti orang. Jadi kita harus tahu kapan harus pembinaan, kapan harus diberikan Surat Peringatan dan kapan harus ditindak,” ucap Zikril. (@2!)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL