Ini Alasan Dirjen Minerba Hentikan Ekspor Zirkon dari Pangkalbalam

Firman    •    Minggu, 04 April 2021 | 16:33 WIB
Nasional
Sebanyak delapan kontainer yang berisi kurang lebih 200 ton mineral ikutan Pasir Zirkon yang rencananya akan dikirim ke China terancam batal diekspor. (fn/wb)
Sebanyak delapan kontainer yang berisi kurang lebih 200 ton mineral ikutan Pasir Zirkon yang rencananya akan dikirim ke China terancam batal diekspor. (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Rencana pengiriman ratusan ton mineral ikutan zirkon melalui Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung  (Babel) menyita perhatian berbagai pihak.

Pasalnya kurang lebih 200 ton mineral ikutan zirkon milik PT Cinta Alam Lestari (CAL) akan dikirim ke China melalui Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang masih tertahan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) 01 Pelabuhan Pangkalbalam hingga Minggu (4/4/2021) sore.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaludin mengungkapkan, pihaknya datang ke Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, untuk melakukan pengecekan terhadap ratusan mineral ikutan zirkon.

"Hari ini kita turun ke lapangan, guna melakukan pengecekan ratusan mineral zirkon yang akan dikirim ke China," ungkap Ridwan Djamaludin kepada wartawan, Minggu (4/4/2021) sore, di Pelabuhan Pangkalbalam.

Ia menyebutkan, informasi yang mereka dapat akan adanya pengiriman zirkon ini dari pemberitaan media yang sudah ramai.

"Jadi sekarang kita ambil sampelnya dulu, tujuan pengambilan sampel zirkon ini guna memastikan barang-barang yang di dalam karung jumbo bag itu," ungkapnya. 

Ia menuturkan, pengecekan sampel itu agar bisa memastikan apakah benar di dalam karung jumbo bag yang akan dikirim ke China itu zirkon atau ada campuran mineral ikutan lainnya.

"Barang-barang di dalam karung itu mau dicek dulu, dan memastikan isinya apa saja, apakah ada mineral ikutan lain selain zirkon," terangnya.

Selain itu dijelaskannya, pengecekan sampel ini akan dilakukan kurang lebih dua minggu dan setelah itu baru keluar hasilnya.

"Nanti hasilnya baru keluar kurang lebih dua minggu, karena sampel zirkon ini akan dibawa ke Lab dulu," tandas Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaludin.(fn/wb) 





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL