Gunakan Rangkaian Kain, Dua Napi Kabur dari Rutan Muntok

Caption: Kepala Rutan Kelas II B Muntok Abdul Rasyid Meliala. (rul/wb)
Caption: Kepala Rutan Kelas II B Muntok Abdul Rasyid Meliala. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Rutan Kelas II B Muntok Abdul Rasyid Meliala, menjelaskan kedua napi yang kabur dengan cara menyambungkan kain sebagai alat untuk memanjat tembok pembatas setinggi sekitar 4 meter.

"Pertama mereka kabur dengan cara membobol dek terus genteng, berjalan lompat ke bawah kemudian pada saat memanjat tembok mereka menggunakan kain yang dirangkai (disambung-red) untuk itu," kata Abdul Rasyid, Senin (05/04/2021).

Abdul Rasyid Meliala mengatakan, setiap hari para napi itu diberikan tiga helai baju dan kemungkinan dari bahan tersebut dan kain yang dimiliki napi itu digunakan untuk memanjat tembok tersebut.

"Kainnya baju itu karena mereka punya sarung juga, kalau yang disambung-sambungkan itu kalau saya lihat paling cuma satu meter setengah," ucapnya.

Kedua Napi tersebut berhasil kabur namun seorang teman sekamarnya yang berukuran 2,5 x 2,5 meter dengan toilet dan kamar mandi di dalam bernama Dedi Aprianto tidak berhasil kabur dan ditinggalkan kedua napi lainnya  yang disapa akrab Jakai dan Kojek.

"Untuk yang gagal kabur berhasil ditangkap sementara kita asingkan dulu tidak ada berhubungan dengan pihak keluarga dan warga binaan," ujarnya.

Abdul menegaskan, sementara kedua napi yang kabur setelah ditangkap nanti akan dikenakan sangsi seperti pencabutan/pembatalan remisi atau penambahan hukuman.

Abdul belum bisa mengetahui penyebab kaburnya tersangka karena tidak betah dengan pelayanan atau ada unsur lain yang membuatnya untuk kabur. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL