Tak Terima Lahan Mangrove Diperjualbelikan, Puluhan Warga Temui DPRD Bangka Barat

Chairul Aprizal    •    Senin, 05 April 2021 | 19:25 WIB
Lokal
Puluhan warga Kecamatan Muntok  mendatangi DPRD Bangka Barat meminta ratusan hektar hutan masyarakat yang terlanjur diperjualbelikan ke salah satu pengusaha Bangka Belitung dalam kawasan mangrove dikembalikan, Senin (05/04/2021) siang.(rul/wb)
Puluhan warga Kecamatan Muntok mendatangi DPRD Bangka Barat meminta ratusan hektar hutan masyarakat yang terlanjur diperjualbelikan ke salah satu pengusaha Bangka Belitung dalam kawasan mangrove dikembalikan, Senin (05/04/2021) siang.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Puluhan warga Kecamatan Muntok  mendatangi DPRD Bangka Barat meminta ratusan hektar hutan masyarakat yang terlanjur diperjualbelikan ke salah satu pengusaha Bangka Belitung dalam kawasan mangrove dikembalikan, Senin (05/04/2021) siang.

Lahan yang sudah terlanjur dibeli oleh investor tersebut rencananya akan dibuka untuk investasi tambak udang dan terancam batal karena masyarakat tidak menerima hal itu.

Audiensi warga asal Dusun Sukal, Dusun Ahoi, Dusun Tanjung Punai dan Desa Ibul itu diterima DPRD Bangka Barat yang dipimpin Ketua DPRD didampingi oleh wakil pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat. Pertemuan  juga dihadiri unsur OPD lingkungan Pemkab Bangka Barat, Pemerintah Kecamatan Muntok serta KPHP Rambat Menduyung.

Koordinator aliansi yakni Ketua Formaswas, Karian (41) mengatakan kawasan mangrove seluas 135 hektar atau 63 persil itu sudah diperjualbelikan kepada salah seorang pengusaha.

"Maksud tujuan kedatangan kita ke sini minta dikembalikan seperti semula hak masyarakat kita. Kalau gak salah luasnya seratus tiga puluh lima hektar," ujarnya.

Karian menyebutkan masyarakat tidak terima diperjualbelikan karena lahan sekitar mangrove dan sungai tersebut tempat kehidupan masyarakat setempat seperti tempat mencari lokan, beternak kerang di muara, mencari kepiting, dan sudah menjadi hutan masyarakat sekaligus hutan adat.

"Sebenarnya kita bukan melarang pengusaha yang masuk di wilayah kita tetapi setiap pengusaha yang masuk di wilayah kita rasa tanggung jawabnya mana. Maksud kita pengusaha itu berdiri sama-sama, duduk sama-sama dengan masyarakat,” jelas Karian.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE