Bareskrim Polri Tunggu Hasil Laboratorium Zirkon Milik PT CAL

Hafiz Wow    •    Kamis, 08 April 2021 | 20:27 WIB
Nasional
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto.(fiz/wb)
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto.(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Bareskrim Polri bakal pantau seluruh perusahaan pengolahan mineral ikutan lantaran adanya temuan 200 ton zirkon milik PT Citra Alam Lestari (CAL) yang tak sesuai aturan ekspor, Kamis (8/4/2021).

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan pihaknya bakal menyusun dan melakukan assesmen pengolahan mineral ikutan melalui Satgas Nasional.

Guna pemulihan ekonomi nasional dan daerah, pihaknya akan menurunkan tim untuk melihat hal apa saja yang perlu diperbaiki, diawasi, dan dilakukan penegakan hukum.

"Karena kondisi kemarin, memang PT CAL saat ini sebagai pintu masuk kita untuk mengecek masalahnya kalau memang bener ini memang berlaku untuk semua perusahaan untuk kita lakukan pengecekan," kata Pipit kepada awak media, Kamis (8/4/2021).

Brigjen Pol Pipit menyebutkan Bareskrim Polri akan mendukung program Kemenko Marves untuk mulai memperhatikan mineral ikutan dari timah. Menurutnya, mineral ikutan timah sebelumnya hanya dinikmati orang tertentu, sehingga harus dikelola agar dapat bermanfaat keseluruhan masyarakat.

"Misalnya disitu ada tin slag yang ada bisa memiliki nilai ekonomis, bisa dimanfaatkan masyarakat, mendapatkan lapangan pekerjaan, memiliki nilai tambah, bisa dikelola," ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Sucofindo dan laboratorium Universitas Indonesia. Pihaknya akan melakukan tindakan hukum jika hasil laboratorium menyebutkan adanya mineral lain yang tidak sesuai aturan. 

"Untuk PT CAL, kami sedang menunggu hasil laboratorium. Kita akan terbuka pada saat nanti akan lakukan investigasi, apabila hasil labnya sudah jelas-jelas bisa kita terima, kita evaluasi, dan kita sampaikan," terangnya.

Kedepan, Satgas nasional pengawasan ekspor timah dan mineral, secara komprehensif akan melakukan assesmen mulai dari hulu sampai ke hilir.

"Siapapun di situ, dimanapun titik-titik rawan, titik mana yang menyimpang itu harus kita perbaiki secara bersama-sama," tandasnya.(fiz/wb)




MEDSOS WOWBABEL