Terjaring Operasi Yustisi, 68 Orang Pelanggar Protkes Diberi Peringatan

Para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring Operasi Yustisi di Gantung didata oleh petugas.(ist)
Para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring Operasi Yustisi di Gantung didata oleh petugas.(ist)

GANTUNG, www.wowbabel.com -- Tim Gabungan Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian (P3HP2K) COVID 19 Kabupaten Belitung Timur menggelar Operasi Yustisi Protkes di Pusat Pasar Gantung, Jumat (9/4/2021).

Operasi yustisi ini menyasar pengendara baik roda dua maupun empat yang melintas di pertigaan lampu lalu lintas Kantor Pos Gantung. Tak sampai satu jam, sebanyak 68 orang pengendara terjaring karena kedapan tidak memakai masker.

Para pelanggar protkes itu kemudian didata, diberikan masker serta surat peringatan. Mereka juga diberikan pengarahan singkat mengenai pentingnya menggunakan masker serta mematuhi protkes.

Mayoritas pelanggar mengakui kesalahannya dan berjanji akan selalu memakai masker. Namun ada juga yang sempat berdebat dengan petugas dengan alasan buru-buru serta mau ke bandara.

Koordinator Lapangan Timgab P3HP2K, Lukman Hakim, seizin Kepala Satpol PP Belitung Timur, Zikril, mengatakan banyaknya pelanggar yang terjaring menandakan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi protkes, terutama dalam penggunaan masker.

“Kita menggelar operasi ini karena ingin meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat terhadap protkes. Kita harap masyarakat dapat lebih paham tentang pentingnya 5 M,” kata Lukman.

Tim P3HP2K akan lebih intens untuk melaksanakan operasi yustisi. Apalagi saat ini jumlah pasien COVID 19 di Kabupaten Beltim terus bertambah.

“Ini salah satu langkah kita untuk menekan penyebaran COVID 19 di Kabupaten Beltim. Operasi ini bukan untuk kita tapi untuk melindungi kesehatan mereka,” jelas Lukman.

Ke depan, menurut Lukman operasi tidak hanya akan digelar di jalanan atau tempat-tempat publik. Namun juga masuk ke instansi pemerintah serta perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Beltim.

“Nanti kita libatkan tenaga kesehatan untuk melaksanakan swab antigen saat operasi. Jadi pelanggar bukan hanya diberikan peringatan tapi juga dites antigen,” ujarnya.

Sebelum melaksanakan operasi, Timgab terlebih dulu menyosialisasikan kepada para warga Jamaah Masjid An Nur Desa Lenggang saat Salat Jumat untuk tetap terus menerapkan Protokol kesehatan. Di sela-sela sosialisasi, para jamaah juga dibagikan masker sebelum memasuki masjid.(@2!)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL