Pengalaman Petrosea dan SEMB Sukses Bertransformasi Digital

Tim_Wow    •    Selasa, 13 April 2021 | 14:52 WIB
Nasional
Caption: Flyer Hannover Messe 2021: Digital Edition
Caption: Flyer Hannover Messe 2021: Digital Edition

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Direktur Pertambangan Petrosea Tbk, Iman Darus Hikhman menegasakan  transformasi digital sangat penting bagai sebuah perusahaan, terlebih di masa pandemi yang membatasi kunjungan ke site.  Begitu pentingnya transformasi digital ini, Iman mencotohkan perusahaan dia pimpin jika dari command center di Jakarta, perusahaan bisa mengoperasikan hampir 500 peralatan, 4 proyek, dan 3.500 sumber daya manusia. 

Iman mengatakan, terdapat dua hal utama dalam pengembangan digital ecosystem yang dilakukan perusahaan. Pertama, Petrosea berpartner dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital asal Indonesia yang memiliki kapabilitas. 

“Dengan banyaknya perusahaan ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu berkompetisi secara global,” ujar Iman.

“Selain sisi operasional dan finansial, parameter kesuksesan transformasi bisa dilihat dari keterlibatan pekerja, serta kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan di sektor industri,” papar Iman seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Perindustrian RI dalam ajang pameran Hannover Messe 2021: Digital Edition, Selasa (13/4/2021).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan beberapa perusahaan di Tanah Air sebagai global lighthouse dan national lighthouse. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai unggul di sektornya dalam menerapkan teknologi industri 4.0 yakni PT  Petrosea Tbk ada PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB).

SEMB memulai perjalanan tranformasi digitalnya secara bertahap sejak tahun 2017. Digital Transformation Senior Manager SEMB, Fadli Hamsani menyampaikan, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) yang membawa perubahan pada skala inpidu, bisnis, dan juga industri, menjadikan pabrik SEMB sebagai salah satu pelopor smart factory di Indonesia. Bukti nyata implementasinya adalah EcoStruxure yang merupakan arsitektur dan platform IoT dari Schneider Electric.

EcoStruxure™ Machine telah membantu Schneider Indonesia mengontrol sistem di shop floor. Sistem ini meningkatkan efisiensi operasional dan maintenance dengan memberikan akses langsung ke informasi di lapangan. Keunggulannya adalah siap pasang dan pakai, terbuka, dan dapat dioperasikan antar-arsitektur dan platform.

Dengan transformasi digital, efisiensi operasional meningkat hingga 12%. Sebagai Global Lighthouse, SEMB menjadi rolemodel yang bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk mengimplementasikan Indonesia 4.0. 

“Kami optimistis dengan komitmen dan dukungan dari pemerintah, keterlibatan sektor pendidikan, dan dari dalam perusahaan sendiri, sehingga dapat mengoptimalkan local talent, local system integrator, dan local ecosystem,” jelas Fadli.

Sementara itu, PT Akebono Brake Astra Indonesia merupakan perusahaan yang fokus dalam pembuatan komponen otomotif, khususnya rem. Perusahaan ini menyuplai komponen ke hampir semua produsen mobil di Indonesia. 

Akebono memulai transformasi dengan merestrukturisasi pabrik untuk mengimplementasikan good lean manufacturing. 

“Pada 2017, kami mengadopsi teknologi baru, mengimplemetasikan IoT, serta connectivity. Dengan integrasi pilar-pilar tersebut, kami optimis bisa mencapai tujuan perusahaan,” ujar Technical Director, Daniel Suryananta.

Setelah launching Making Indonesia 4.0, Akebono memulai transformasi dengan meningkatkan kompetensi karyawan serta membuat roadmap peningkatan kualitas dan produktivitas. Perusahaan membentuk taskforce dari berbagai departemen untuk transformasi digital di lini produksi. 

“Taskforce merupakan hal penting agar setiap anggota merasa termotivasi dan meningkatkan kerja sama,” jelas Daniel.

Ia mengatakan, target final adalah menyajikan performance perusahaan kepada top management secara realtime. “Dengan kolaborasi antara berbagai industri di Indonesia sebagai ekosistem, dukungan pemerintah, serta kesiapan untuk berubah, kami siap menyambut era industri 4.0,” pungkasnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE