Tantangan SDM Hambatan Kemajuan Industri 4.0 Indonesia

Tim_Wow    •    Selasa, 13 April 2021 | 12:15 WIB
Nasional
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Indonesia bersiap menuju visi Indonesia Emas melalui industri 4.0. Saat ini, perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Namun persoalan sumber daya manusia (SDM) menjadi hambatan mewujudkan visi ini.

"Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki startup sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki lima unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki satu decacorn," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan Hannover Messe 2021 dariĀ  Jakarta, Senin (12/4/2021).

Pada tahun 2025, industri 4.0 Indonesia diperkirakan akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai USD133 miliar. Dengan didukung oleh 185 juta penduduk yang telah terhubung layanan internet (terbesar keempat dunia), kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global di tahun 2030 mendatang.

Indonesia mengajak Jerman selaku penyelenggara pameran Hannover Messe untuk bermitra dan bersama mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia sendiri telah menyiapkan peta jalan implementasi "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan sejak 2018 lalu.

Melalui peta jalan tersebut, terdapat tiga hal utama yang akan menjadi kekuatan dan fokus yang akan ditempuh Indonesia dalam mewujudkan pengembangan industri 4.0. Fokus pertama yang sekaligus menjadi kekuatan utama Indonesia ialah bonus demografi yang akan memperkuat kualitas SDM Indonesia.

"Pertama, di era industri 4.0, penguatan SDM adalah kebutuhan. Indonesia memiliki bonus demografi. Pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat," kata Jokowi.

Namun, tantangan yang harus dihadapi ialah bagaimana menyiapkan SDM dalam jumlah besar tersebut untuk mampu menghadapi tantangan digital di masa mendatang. Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo meyakini bahwa Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui kerja sama pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi.

Sementara fokus atau hal kedua dalam peta jalan tersebut ialah penciptaan iklim investasi yang mendukung pengembangan industri 4.0. Kepala Negara mengatakan bahwa pembenahan iklim investasi membutuhkan pembenahan reformasi struktural.

Adapun yang ketiga, Indonesia akan berinvestasi pada pembangunan hijau yang menurut World Economic Forum memiliki potensi bisnis sebesar USD10,1 triliun dengan peluang pembukaan 395 juta lapangan kerja baru hingga 2030 mendatang. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL