Herry Erfian Ingatkan ASN Bateng Jangan Mudik

Herdian wow    •    Kamis, 15 April 2021 | 14:50 WIB
Lokal
Caption: Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian. (her/wb)
Caption: Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Pemerintah terus berjuang menekan angka penularan virus Covid-19. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturan larangan mudik bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada periode 6 sampai 17 Mei 2021. Pada periode tersebut juga ASN dilarang melakukan perjalanan ke luar daerah ataupun cuti. 

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo Nomor 08 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian mengimbau bagi para ASN untuk ikuti aturan yang telah ditetapkan.

"Mengenai larangan Mudik lebaran bagi ASN, kita harus mengikuti aturan yang disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri, jadi aturan dari atas tersebut harus tetap kita patuhi, kalau memang anjuran ataupun ada amanat dari Kementerian Dalam Negeri untuk ASN tidak mudik, ya kita juga harus patuhi," ucapnya Kamis (15/04/2021).

Meski demikian, diketahui bahwa aturan di atas mendapatkan pengecualian dengan kondisi tertentu, di mana ASN masih dapat berpergian ke luar daerah dengan alasan mendesak atau mendapat penugasan.

Dengan syarat ASN harus mendapat izin atau surat tugas dari dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon III), Kepala Kantor Satuan Kerja, atau Pejabat Pembina Kepegawaian di instansinya.

Sedangkan, pengecualian bagi ASN yang ingin mengambil cuti diberikan dengan alasan sakit, melahirkan, atau alasan mendesak lainnya.

Lebih lanjut Surat Edaran Menpan RB yang dikeluarkan pemerintah juga turut mengatur soal sanksi disiplin bagi ASN yang melanggar larangan mudik, mengenai hal tersebut Herry Erfian pun menuturkan bila ada yang melanggar teguran dan sanksi akan tetap dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sanksi akan tetap ada jika ada ASN yang nekad mudik tanpa ada alasan yang pasti, jadi kita akan ikuti aturan yang ada," tandasnya (her/wb)



MEDSOS WOWBABEL