Tim Penertiban Datang, Penambang Kabur Gunakan Speed Lidah

Dwi H Putra    •    Senin, 19 April 2021 | 21:40 WIB
Lokal
TI apung rajuk yang berhasil diamankan tim gabungan.(ist)
TI apung rajuk yang berhasil diamankan tim gabungan.(ist)

RIAUSILIP, www.wowbabel.com -- Pekerja Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di Sungai Perimping, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhamburan kabur dari lokasi saat tim dari Polres Bangka dan Polsek Riausilip tiba di lokasi, guna melakukan penertiban. 

Penertiban dipimpin Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Dedy Setiawan beserta puluhan personel, untuk menindaklanjuti keluhan dan laporan dari nelayan, terkait masih adanya aktivitas TI ilegal di Sungai Perimping. 

"Hari ini kembali kami turunkan tim untuk menertibkan TI apung jenis rajuk di sepanjang Sungai Primping itu," kata Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Ricky Dwiraya Putra SIK ketika dikonfirmasi via telepon, Senin (19/4/2021). 

Lanjutnya, ketika tim tiba di lokasi hanya tiga unit TI rajuk yang beroperasi dan langsung dihentikan, para pekerja kemudian bersama peralatan tambang diamankan.

Tak berhenti di situ saja tim terus menyusuri Sungai Primping dan terlihat para pekerja dari kejauhan kabur menggunakan speed lidah, satu persatu alat tambang ditarik menggunakan kapal bermesin dongpeng milik warga.

"Kami kesulitan menarik ponton-ponton TI apung rajuk ini karena kekurangan alat, namun akan kami usahakan semampunya menarik ponton yang ditinggalkan pekerjanya," jelas Kabag Ops. 

Kasat Reskrim melanjutkan akibat kesulitan peralatan polisi hanya mampu menarik sebanyak lima unit ponton TI apung rajuk, padahal di sepanjang aliran Sungai Primping terdapat puluhan unit TI rajuk yang telah ditinggal oleh pekerjanya saat mengetahui kedatangan polisi. 

"Baru lima unit ponton TI rajuk yang berhasil kami tarik ke Pelabuhan Tirus," tandas AKP Dedy Setiawan. 

Ditambahkannya tim gabungan dari Polres Bangka dan Polsek Riausilip menertibkan aktifitas tambang timah ilegal di aliran Sungai Primping menggunakan kapal milik warga dengan kondisi mesin berkapasitas kecil, sebelum tiba para penambang langsung kabur menggunakan speed lidah meninggalkan peralatan tambang mereka.

"Nanti kami akan kembali kelokasi mengecek apakah masih ada yang beraktifitas," pungkasnya. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL