Pantiaw Kuliner Khas Babel Bisa Jadi Menu Berbuka, Begini Cara Membuatnya

Tim_Wow    •    Selasa, 20 April 2021 | 13:22 WIB
Lokal
Caption: Pantiaw makanan khas Bangka Belitung. (Wb)
Caption: Pantiaw makanan khas Bangka Belitung. (Wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Sebagai daerah yang dihuni oleh ragam etnis, agama dan budaya, menjadikan Bangka Belitung memiliki ragam kuliner dengan ciri khas masing-masing. Salah satunya pantiaw, kuliner yang diadaptasi dan dipolulerkan oleh orang Tionghoa, yang datang menetap di Bangka sejak ratusan tahun lalu.

Seiring perkembangan zaman, pembuat panganan ini kian tergerus. Di Pangkalpinang, ada satu keluarga yang sudah puluhan tahun mempertahankan tradisi pembuatan pantiaw ini yaitu Ko Ayung, yang beralamat di Kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang, Kepulauan Babel.

Ia bersama anak-anaknya setiap hari memproduksi pantiaw untuk memenuhi permintaan pelanggan.

"25 sampai 30 kilogram pantiaw diproduksi setiap harinya. Rata-rata mereka datang membeli merupakan pedagang yang akan mengolah kembali kepingan pantiaw ini hingga siap santap," kata anak Ko Ayung, Kiki. 





Pantiaw yang dibuat Kiki dan keluaragnya ini dihargai Rp 4.000 setiap kepingnya. Keluarga ini memang menjual pantiaw dalam bentuk kepingan yang harus diolah kembali, hingga siap santap.

"Satu kilo bahan baku itu dan sudah diaduk dengan air, setelah diolah dapat delapan keping pantiaw," ujar Kiki.

Ia menjelaskan, membuat pantiaw tidak lah sulit, namun diperlukan kesabaran serta ketelatenan. Berbahan dasar tepung sagu dan tepung beras lalu dicampur dan diaduk dengan air hingga merata.

Setelahnya, sirami bahan dasar tadi ke sebuah dulang kecil secukupnya, lalu dipanaskan kedalam sebuah dandang berisikan air mendidih. Tunggu beberapa menit hingga campuran bahan dasar tadi menjadi kepingan pantiaw.

Kemudian diangkat untuk didinginkan pada sebuah media kayu yang sudah disiapkan. Setelah dingin pantiaw kepingan dilipat agar mudah dibawa.

"Meneruskan usaha orang tua yang sudah dilakukan sejak tahun 70-an. Yang kerjanya kita sekeluarga," ucap Kiki.

Nah, di Bulan Ramadhan seperti saat ini, cukup mudah menemukan penganan suatu ini. Karena banyak yang menjualnya di lapak-lapak takjil dadakan diseputaran Kota Pangkalpinang.

Banyak warga yang menjadikan pantiaw sebagai menu berbuka puasa, karena rasanya yang kenyal dan menggugah selera serta menyenangkan.

Selain itu, pantiaw mengandung karbohidrat yang tinggi, sebab dibuat dari bahan dasar tepung terigu dan tepung beras. (wb)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL