Harapan Terhadap China Untuk Meyelamatkan Harga Timah

Tim_Wow    •    Rabu, 28 April 2021 | 14:27 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com  -- Pasar timah dunia dalam tekanan. Terbatasnya pasokan timah dari negara produsen telah menyebabkan harga timah melesat di bursa logam London Metal Exchange (LME). 

Kondisi harga yang terus meranjat, membuata China tidak tinggal diam. Sebagai produsen timah terbesar dunia, China akan melepas produksinya ke pasar agar harga bisa dikendalikan.

Harga timah sejak pembukaan pasar pekan ini  (Senin 26/4/2021) tembus di USD 27.135 per metrik ton. Mendekati harga tertinggi timah yang terjadi pada Februari 10 tahun silam, yakni USD 27.500 per metrik ton.

Melesatnya harga timah dunia menurut Reuters akibat beberapa faktor menyangkut rantai pasokan dari negera produsen timah dunia terganggu. Pengiriman timah dari Indonesia, pengekspor timah terbesar di dunia, turun 24% selama tiga bulan pertama tahun 2021, sekaligus memperpanjang tren turun yang telah berlangsung sejak 2018.

“Produsen utama negara PT Timah (TINS) telah mengarahkan untuk menurunkan produksi dan penjualan tahun ini. Masih harus dilihat apakah sektor timah swasta dapat meningkatkan produksi dan yang kalah pentingnya apakah kontrol ekspor yang tertata oleh pemerintah Indonesia,” tulis analisis timah yang dikutip dari Reuters.

Sementara itu,  Malaysia sebagai produsen timah lainnya masih ada gangguan terhadap tungku peleburan timah milik Malaysia Smelting Corps ( MSC)  sehingga terjadinya penangguhan sekitar 500 ton produksi.

“Sekarang ini adalah pukulan lain yang tidak diinginkan pada rantai pasokan yang sudah bermasalah. Bagian-bagian dari rantai pasokan fisik tampaknya hampir sepenuhnya terhenti.” katanya.

Persediaan timah di LME saat ini hanya 1.290 ton, lebih rendah 570 ton dari awal tahun. Selain itu, sepertiga dari jumlah tersebut dialokasikan untuk pemuatan fisik, membuktikan adanya permintaan yang kuat untuk unit di seluruh rantai pasokan fisik.

Sementara dari data inventaris terlihat bahwa China memiliki stok timah lebih tinggi. Stok di bursa Shanghai Futures Exchange (ShFE) saat ini berjumlah 7.512 ton, meskipun turun dari level tertinggi Maret sebesar 8.853 ton.

Produksi timah olahan China juga sedang meningkat dengan pasokan bahan mentah dari Myanmar yang tidak terpengaruh oleh pergolakan politik di negara itu.

“China sekarang memegang kunci untuk lanskap harga langsung. Ekspor Indonesia mungkin meningkat akhir tahun ini, tetapi sampai mereka melakukannya, ekspor China akan menjadi rute paling signifikan untuk mengurangi tekanan super di seluruh dunia,” tulisnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE