Cabuli Anak Tiri di Kamp TI, Kakek Ini Ditangkap Polisi

Dwi H Putra    •    Kamis, 29 April 2021 | 17:26 WIB
Lokal
Terasangka J saat diamankan polisi.(dwi/wb)
Terasangka J saat diamankan polisi.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Seorang pria berinisial J (56) warga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka diamankan Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka. 

Pasalnya, J yang bekerja sebagai pemulung ini dipergoki diduga sudah melakukan pencabutan terhadap Bunga bukan nama sebenarnya (14) merupakan anak tirinya di kamp tambang inkonvensional (TI) yang juga tempat tinggal mereka. 

"Benar Unit PPA Polres Bangka mengamankan seorang laki-laki diduga pelaku pencabulan yang terjadi di kamp TI kawasan Tanjung Ratu," kata Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Dedy Setiawan di Sungailiat, Kamis (29/4/2021).

Lanjutnya berdasarkan penuturan M (35) ibu kandung korban, peristiwa terjadi pada 20 April 2021 lalu, saat itu M pulang ke kamp TI yang merupakan tempat tinggal ia bersama suami barunya J dan anak kandungnya Bunga usai bekerja serabutan.

Ia kaget ketika masuk ke dalam kamp melihat J sedang berbuat tak senonoh terhadap Bunga.

Melihat hal tersebut M berlari ke dapur kamp kemudian memanggil Bunga lalu mengajak Bunga ke Kantor Desa Rebo melaporkan kejadian. 

"Oleh aparat Desa Rebo, M dan Bunga diantarkan ke Polres Bangka untuk melaporkan kejadian tersebut," jelas Kasat Reskrim. 

Menerima laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim Porles Bangka dipimpin Kanit PPA, Bripka Dian Plaza, mendatangi camp TI, namun pelaku telah menghilang.

Pihak kepolisian akhirnya pada Selasa (27/4_2021) siang mendapatkan informasi keberadaan pelaku bersembunyi di rumah anaknya di Sungailiat.

"J akhirnya berhasil dibekuk di kediaman anaknya bersembunyi di Sungailiat," tukas Bripka Dian. 

"Saat diamankan J membantah mencabuli Bunga, dirinya mengaku saat itu Bunga sakit perut kemudian ia membantu mengelus perut Bunga. Namun, setelah dilakukan interogasi J yang diketahui telah menikah 6 kali ini akhirnya mengakui perbuatannya," paparnya. 

"Pelaku dijerat Pasal UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkas Bripka Dian. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL