Polda Babel Periksa Enam Kolektor Penampung Pasir Timah Eks Lahan PT Koba Tin

Firman    •    Kamis, 29 April 2021 | 22:04 WIB
Nasional
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes (Pol) Haryo Sugihartono.(fn/wb)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes (Pol) Haryo Sugihartono.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung memanggil enam orang kolektor pasir timah yang menggarap tambang diduga ilegal di lokasi lahan eks PT Koba Tin, yaitu Marbuk, Kenari dan Pungguk Koba Kabupaten Bangka Tengah, 

Selama dua hari ini Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel tengah memintai konfirmasi terhadap enam orang yang diduga kolektor timah tersebut.

Tidak hanya keenam kolektor, Penyidik Subdit IV juga ikut menyita barang bukti berupa satu unit truk yang berisi 13 kampil timah dan 500 kilogram pasir timah yang hingga kini masih berada di halaman parkir Mako Ditreskrimsus Polda Babel.

Bukan hanya itu saja, sebanyak delapan kampil pasir timah juga masih diamankan di Polres Bangka Tengah.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes (Pol) Haryo Sugihartono membenarkan pihaknya telah menyita barang bukti berupa satu unit truk yang berisi 13 kampil dan sebanyak 500 kilogram pasir timah.

"Memang betul dua hari (Selasa-red) yang lalu kita melakukan penertiban di kolong eks PT Koba Tin, dalam penertiban itu kurang lebih 100 ponton di situ," ungkap Dirreskrimsus Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, Kamis (29/4/2021) sore.

Selain itu dijelaskannya, penertiban ini juga berujung pada pemeriksaan terhadap enam orang pemilik ponton atau koordinator tambang yang diduga merusak lahan milik Pemkab Bateng tersebut.

"Ada berapa orang yang sudah kita periksa dan akan berlanjut hari ini sampai besok, dan sebelumnya kita melakukan pemeriksaan terhadap IS, SM, dan hari ini AC akan diperiksa juga kemudian ED, AK dan ada yang lainnya yang akan kita lakukan konfirmasi sejauh mana tangguh jawab dan legalitas yang bersangkutan beroperasi di lahan tersebut," kata Harryo Sugihartono.

Ia menyebutkan bahwa AC beserta lima kolektor pasir timah ini diduga telah menggarap kolong eks PT Koba Tin.

"Sehingga tambang di eks PT Koba Tin itu menimbulkan permasalahan pro dan kontra, status tambang itu semuanya ilegal dan yang bersangkutan tidak mempunyai legelaitas ataupun legal standing, dan yang pasti, kolong tersebut memang milik pemerintah eks Koba Tin dan kami sudah berkoordinasi dengan Pemda Bateng," terang Harryo.

Ditambahkannya penertiban tambang timah diduga ilegal di lahan eks Koba Tin ini berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa dua mobil yang berisi pasir timah. 

"BB yang kita amankan masing-masing satu kendaraan itu ada berisi kurang 13 kampil dan kendaraan besar kurang lebih 500 kilogram. Kita juga amankan ada 8 kampil pasir timah dan kini masih di Polres Bangka Tengah," kata Harryo. 

Haryo menegaskan bahwa Ac dan lima kolektor pasir timah yang dimintai konfirmasi saat ini masih menjalani proses penyelidikan.

Selain AC dan para lima kolektor lain diduga sama sekali tak memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dalam menghajar lahan eks Koba Tin. 

"Walaupun itu ilegal dan tidak memiliki IUP, tapi statusnya masih penyelidikan dan kalau cukup bukti kuat, bisa naik ke penyidikan, saat ini BB yang ada di dalam itu diduga milik IS, yang 8 kampil miliknya SM dan yang di dalam truk itu milik AC," tukas Haryo.(fn/wb) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE