Nambang di Dekat Kantor Gubenur, Empat Orang Ditangkap

Tim_Wow    •    Jumat, 30 April 2021 | 15:40 WIB
Lokal
Caption: Petugas dari Satreskrim Polres Pangkalpinang, mengamankan alat dan pelaku tambang Illegal di Pangkalpinang. (dag/wb)
Caption: Petugas dari Satreskrim Polres Pangkalpinang, mengamankan alat dan pelaku tambang Illegal di Pangkalpinang. (dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pangkalpinang mengamankan empat orang penambang ilegal di belakang Balai Latihan Kerja Provinsi Bangka Belitung (Babel), Jumat (30/4/2021) dini hari.  

Empat orang yang diamankan yakni, Matraji (56), Faisal (29), Suparman (37) dan Dodi (18). Mereka merupakan warga Kota Pangkalpinang ini diamankan saat  Tim Buser Naga dan Unit II Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) saat merazia aktivitas tambang. 

Para pelaku dikejutkan kedatangan petugas, lari kocar-kacir menghindari razia. Namun langkah mereka terhenti, karena lokasi sudah terkepung. Mereka pun pasrah. Namun seorang yang diduga membekingi tambang tersebut, sempat terlibat adu mulut dengan petugas.

"Saat penangkapan pelaku sempat bersitegang saling dorong dengan oknum yang membekingi penambangan liar tersebut. Oknum ini menghalang-halangi proses penangkapan dari Satreskrim Polres Pangkalpinang," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra.

Menurut Adi, pihaknya telah beberapa mengultimatum agar penambang angkat kaki dari kawasan tersebut, karena menggangu ketertiban umum. Sebab berada dekat dengan Kantor Gubernur Babel dan Korem 045 Garuda Jaya.

"Para pelaku ini sudah kami lakukan upaya persuasif dengan peringatkan berkali-kali, untuk menghentikan kegiatannya. Namun mereka tetap membandel, makanya kami ambil tindakan tegas hari ini," ujar Adi Putra.

Untuk mengelabui petugas, penambang selalu bekerja mulai tengah malam hingga subuh dini hari.

"Selain empat orang pelaku, kami juga turut mengamankan peralatan tambang berupa tiga mesin Robin, tiga mesin dompeng, sepiral dua unit, drigen tujuh buah dan dua buah mesin win," tutur Adi Putra.

Pihaknya, kata Adi, akan berkoordinasi dengan pihak terkait, jika ada oknum arapat yang ikut terlibat membekingi kegiatan terlarang tersebut.

"Kami akan menindak tegas para pelaku ini guna memberi efek jera," ucapnya. (dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL