Dua Lokalisasi Tak Juga Tutup, Abang Hertza Pertanyakan Keseriusan Pemkot Pangkalpinang

Hendri Dede PKP    •    Minggu, 02 Mei 2021 | 15:43 WIB
Lokal
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza.(hen/wb)
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza mengaku telah berulang kali berkomentar terkait kepastian penutupan dua lokalisasi di wilayah Kota Pangkalpinang, yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

Pasalnya, wacana penutupan dua kawasan lokalisasi yaitu Teluk Bayur dan Parit 6 yang berlarut digaungkan di telinga masyarakat Pangkalpinang dari akhir tahun 2020 lalu, kini masih terlihat beraktivitas.

"Ini mungkin sudah kali ke berapa ya, sebelumnya saya juga sudah menyampaikan statement yang sama lokalisasi itu, apalagi di Bulan Ramadan ini pemerintah harus segera melaksanakan action," katanya, Minggu (2/5/2021).

"Anggaran (pemulangan PSK--red) pada dinas sosial selaku leadingsector melaksanakan ini sudah siap, tinggal action saya pikir," katanya.

Hertza mempertanyakan sehingga apa yang menjadi kendala terkait penutupan lokalisasi itu. Sebab sejauh ini, katanya, belum juga dilakukan tindakan penertiban atau pengosongan oleh Pemkot Pangkalpinang.

Terkait persoalan ini, kata Hertza, DPRD Kota Pangkalpinang maka akan mempertanyakan hal tersebut pada rapat dengar pendapat (RDP) mendatang kepada pihak pemkot.

"Hal apa secara teknis saya belum paham, belum sejauh itu belum mendalami kenapa itu belum dilakukan juga penertiban. Apakah ada hal lain. Target seharusnya di tahun 2021 ini harus tuntas. Ya, kita akan pertanyakan saat RDP nanti," ujarnya.

"Saya pikir pastinya ini akan dilakukan penertiban, apa setelah Ramadan ini atau nantinya, tetapi janji kepala daerah kepada DPRD kemarin secara langsung disampaikan bahwa Pangkalpinang terbebas dari wilayah prostitusi," kata Hertza.

Namun setelah dilakukannya pengosongan pada tempat-tempat prostitusi tersebut, kata Hertza, harus telah ada langkah yang dipersiapkan agar kedepannya tidak menjadi masalah baru di Pangkalpinang.

"Jangan sampai masalah ini selesai kemudian timbul masalah baru. Kalau nanti jangan hanya sekedar tertibkan tetapi penertibannya tidak tuntas justru akan timbul masalah baru," tukas Hertza.(hen/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL