Ramai-ramai Menjarah Timah di Lahan Eks PT Koba Tin

Aktivitas tambang liar di lahan eks PT Koba Tin.(wb)
Aktivitas tambang liar di lahan eks PT Koba Tin.(wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Beberapa waktu lalu aktivitas penambangan liar di kawasan Marbuk, Kenari dan Pungguk di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah kembali marak.

Ratusan ponton apung beroperasi menambang pasir timah di lahan eks PT Koba Tin tersebut, kendati sudah berulang kali dilakukan razia dan penertiban oleh aparat hukum. Bahkan sudah jelas di kawasan tersebut dipasang spanduk larangan menambang, namun tak membuat nyali penambang ciut.

Kawasan Marbuk, Kenari dan Pungguk mencakup beberapa desa dan kelurahan seperti Desa Nibung, Kelurahan Simpang Perlang, Kelurahan Koba, Kelurahan Berok serta Kelurahan Arung Dalam. Semuanya masuk dalam Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.

Marbuk, Kenari dan Pungguk merupakan bagian dari wilayah kontrak karya PT Koba Tin mencapai 41.680 hektar yang tersebar di Bangka Tengah dan Bangka Selatan. Sejak tanggal 18 September 2013 lalu pemerintah tidak memperpanjang izin penambangan PT Koba Tin. Lantaran perusahaan milik Malaysia Smelting Corporation tersebut dinilai selalu merugi selama tiga tahun berturut-turut. Sehingga lahan eks PT Koba Tin tersebut masuk dalam Wilayah Pencadangan Negara (WPN) dan dalam pengawasan negara.

Banyaknya cadangan timah di lokasi tersebut ‘menggoda’ para penambang liar untuk mengeruk dan menjarahnya. Dan sudah beberapa kali pula aparat hukum melakukan penertiban di lokasi tersebut. 

Sementara itu warga di sekitar wilayah juga tidak mau ada aktivitas tambang, selain merusak lingkungan juga menimbulkan suara berisik.

"Permasalahan di lokasi Marbuk, Pungguk dan Kenari bukan hanya kali ini saja namun sudah sekian lama dan tidak pernah selesai-selesai bahkan semakin marak aktivitas di sana baik dilakukan secara tersembunyi maupun terang-terangan," ungkap Sin, warga Kelurahan Berok kepada awak media, Senin (3/5/2021)

Penolakan juga sempat disampaikan mantan Kaling Kelurahan Berok H Ikrom yang sudah sering kali meminta kepada pihak kelurahan maupun kecamatan untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut bahkan keluhan dan keberatan warga sudah disampaikan kepada aparat penegak hukum.

"Tetap saja semuanya tidak ada solusi, setiap ada gejolak dilakukan sosialisasi dan penertiban bahkan ada yang tangkap tapi seolah-olah tidak memberikan efek jera, beberapa hari kemudian aktivitas tambang kembali marak lagi," ungkap Ikrom yang memutuskan untuk pindah keluar kota.

Para penambang dan cukong timah beralasan menjarah timah eks PT Koba Tin dengan alasan mau menghadapi lebaran. Sebuah alasan yang ironis dan tidak masuk akal. 

Di lapangan didapati banyak sekali kepentingan yang berlindung dibalik pengusaha lokal dan alasan yang tak masuk akal tadi. Instansi tertentu dan berbagai organisasi diduga ikut bermain untuk menikmati hasil jarahan di lahan eks PT Koba Tin ini.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL