Bong Ming Ming Minta Asisten II Panggil Men Kiong dan Pertamina

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming.(wb)
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming.(wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming mengatakan persoalan kelangkaan elpiji tiga kilogram atau melon bukan hanya terjadi saat menjelang lebaran melainkan selama ini memang sering dikeluhkan dari dulu.

Menanggapi keluhan masyarakat yang disampaikan oleh camat se-Bangka Barat terkait gas melon yang susah dicari, Bong Ming Ming minta Asisten II memanggil pihak pemasok dan Pertamina.
"Ini saya rasa harus disikapi dengan serius kalau bicara pemerintah kabupaten kan kita bukan levelnya supplier dibawah tetapi sudah pemasok yang paling atas," kata Bong Ming Ming, Selasa, (04/05/2021) saat rapat di OR II Pemkab Bangka Barat.

Bong Ming Ming menuturkan perlu diadakan rapat bersama pemasok tunggal dari Bangka Belitung, Leo Abdurrahman alias Men Kiong dan Pertamina.

"Kalau gak salah Pak Men Kiong ya berkenaan dengan elpiji terus Pertamina, berkenaan tentang elpiji betul tidak dulu datanya untuk Bangka Barat kebutuhan elpiji itu cuma sekian, tapi berkenaan dengan perkembangan penduduk dan sebagainya jadi meningkat sementara pasokannya cuma segitu-segitu juga," ungkap Bong Ming Ming.

Bong Ming Ming menyebutkan agar rapat dapat dijadwalkan dalam minggu ini juga, yang pertama agar meminta penambahan pasokan untuk Bangka Barat.

"Jadwalkan minggu ini dengan dua pihak untuk kita buat kesepakatan bersama dan kita menambah kuota. Terus yang kedua kita survei di lapangan kalau UMKM oke pakai subsidi tetapi yang menengah ke atas tugas Pak Kasat bereskan," tegasnya.

Bong Ming Ming menyentil kemungkinan besar para ASN juga menggunakan gas elpiji 3 kilogram untuk masyarakat miskin sehingga menjadi salah satu persoalan selama ini juga.

"ESDM provinsi bila perlu diundang biar tahu persoalan ini. Data itu juga diperlukan berapa tambahan kuota untuk Bangka Barat, kalau tidak, tidak boleh lewat pelabuhan kita. Kan lewat pelabuhan kita ya itu yang harus dipertegaskan," ungkap Bong Ming Ming.

Bong Ming Ming tidak ingin gara-gara elpiji 3 kilogram susah didapatkan membuat masyarakat semakin menjerit dan kesulitan.

Ditambahkan oleh Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Andri Eko Setiawan bahwa persoalan Elpiji perlu diawasi bersama tidak hanya dari instansinya.

"Memang perlu dapat atensi kita bersama tentunya ke depan perlu kita atensi kepada agen agen, pangkalan pangkalan, ya tadi memang disebutkan ada pengurangan yang tadi stoknya 100 menjadi 80 tabung," ucapnya.

Andri menuturkan perlu dipastikan agen agar tidak menjual di atas HET dan menjual kepada yang bukan hak menerima yaitu untuk masyarakat miskin.

"Ini harus kita monitoring bersama tidak bisa ditumpahkan kepada satu instansi saja pencegahannya harus melibatkan semua," tukasnya.(rul/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL