Waspada Covid-19! Babel Termasuk Kematian Tertinggi

Caption: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (IST)
Caption: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (IST)

JAKARTA, www.wowbabel.com --  Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia per Mei 2021 patut diwaspadai. Meski persentase kesembuhan pasien  mencapai 91,3% atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 85,2%,  namun  kasus meninggal persentasenya 2,7% dibandingkan rata-rata dunia 2,1%. Ada lima provinsi yamg mencatatkan kasus meninggal tertinggi di Indonesia, salah satunya Provinsi Bangka Belitung naik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan mingguan terkini pada kasus positif, sembuh dan meninggal mingguan per tanggal 2 Mei 2021. 

"Meskipun kasus positif mengalami penurunan, sebesar 2,1%, namun perkembangan yang kurang baik terjadi pada angka kematian dan kesembuhan," ujar Wiku dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (4/5/2021).

Persentase kasus aktif Indonesia sebesar 6,0% lebih rendah dari tingkat dunia 12,7%. Persentase kesembuhan Indonesia telah menembus angka 91,3% lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 85,2%. 

Melihat provinsi yang berkontribusi dalam angka kenaikan tertinggi, ialah Riau naik 718 (2.818 vs 3.536), Jawa Barat naik 621 (7.562 vs 8.132), Kepulauan Riau naik 228 (556 vs 874), Aceh naik 183 (377 vs 560) dan Nusa Tenggara Barat naik 180 (132 vs 314). 

Kelima provinsi ini diingatkan segera mengantisipasi adanya kenaikan kasus ini. Kondisi ini diharapkan tidak bertahan lama dan segera mengalami perbaikan di minggu berikutnya.

Untuk angka kematian, mengalami kenaikan 3,7% dari minggu sebelumnya. Terdapat 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi di minggu ini, yaitu Jawa Tengah naik 35 (303 vs 338), Riau naik 24 (67 vs 91), NTB naik 15 (1 vs 16),  Bangka Belitung naik 13 (12 vs 25), dan NTT naik 9 (4 vs 13). 

Sedangkan angka kesembuhan mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu 17,1% dibandingkan minggu sebelumnya. 

"Angka kematian yang meningkat serta angka kesembuhan yang menurun harus menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaannya," Wiku menegaskan. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL