Ekonomi Babel Tertolong Harga Timah, CPO dan Lada

Tim_Wow    •    Kamis, 06 Mei 2021 | 13:12 WIB
Ekonomi
Caption: Dwi Retno Wilujeng Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (dok/wb)
Caption: Dwi Retno Wilujeng Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Naiknya harga komuditas ekspor unggulan Provinsi Bangka Belitung seperti timah, minyak sawit mentah (CPO) dan lada mendorong pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2021 menjadi positif 0 97 persen. Masih terjadi perlambatan pertumbuhan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 1,36 persen.

"Komponen ekspor menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar  0,95 persen. Dari  sisi   pengeluaran, pertumbuhan  positif  didorong  oleh  kenaikan  ekspor  antar  wilayah  dan turunnya impor barang dan jasa yang menjadi pengurang PDRB," kata Dwi Retno Wilujeng Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5/2021).

Dwi Retno menambahkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi  pada  hampir  semua  komponen  kecuali  ekspor.      

"Ekspor luar  negeri Babel tumbuh  cukup  baik  selama  triwulan  I  2021  terutama  dari  sisi nilai karena naiknya harga komoditas unggulan seperti timah, CPO dan lada," ujarnya. 

Menurut pemantauan BPS Babel,  ada beberapa peristiwa ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2021, diantaranya harga timah terus menunjukkan relly positif menembus level USD27.000 per ton. Harga timah yang naik akibat permintaan meningkat sejalan dengan pemulihan perekonomian dunia terutama ekonomi di China.

"Kenaikan harga komoditas unggulan ekspor Bangka Belitung seperti timah, CPO, dan lada menaiki nilai ekspor. Namun secara kuantitas tidak lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Demikian pula dengan harga lada yang naik hingga Rp 90.000 per kilogram ditingkat petani. Sedangkan harga CPO di pasar dunia terus naik yang berimbas terhadap kenaikan harga jual sawit petani. CPO merupakan komuditas ekspor non timah tertinggi di Babel. 

Sedangkan dari sisi produksi, penurunan kinerja perekonomian terjadi pada beberapa lapangan usaha yang mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi  Kepulauan  Bangka  Belitung  seperti  lapangan  usaha  Pertanian, Kehutanan,  dan  Perikanan,  Perdagangan  Besar  dan  Eceran,  dan  Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Konstruksi. 

Disisi lain,  dari sisi penheluaran, kontraksi terbesar terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah. Penyerapan anggaran pemerintah baik belanja pegawai, belanja barang dan jasa maupun belanja modal tidak sebaik triwulan IV-2020. (wb)



MEDSOS WOWBABEL