Harga CPO Dunia Kerek Harga Sawit Petani Babel

Tim_Wow    •    Senin, 10 Mei 2021 | 13:56 WIB
Ekonomi
Caption: Ilustrasi (net)
Caption: Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga minyak sawit mentah (CPO) dunia terus naik. Merujuk pada data bursa derivatif Malaysia, pada hari Jumat (7/5/2021), harga CPO tembus ke level RM 4.425 per ton untuk kontrak pengiriman Juli 2021.

Kenaikan harga ikut mengerek harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di Indonesia. Khusus di Bangka Belitung harga TBS sawit di tingkat petani berkisar antara Rp 2.100 hingga Rp 2.200 per kilogram. Harga menyentuh Rp2000/Kg sejak awal Maret 2021.

"Harga sawit sudah ada yang beli Rp2.100 bahkan Rp2.200 per kilo. Harga sudah naik terus," kata Khairul petani sawit asal Desa Payung, Bangka Selatan, Senin (10/5/2021).

Kenaikan harga TBS juga terjadi di sejumlah daerah, terutama di provinsi penghasil utama. Sawit di Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Barat.  TBS slllawit Provinsi Riau merujuk surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau No.18 periode  5 - 11 Mei 2021, telah menyepakati harga sawit umur 10 - 20 tahun naik Rp 10,62/Kg menjadi Rp 2.517,13/Kg.

TBS Sawit Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 4 – 10 Mei 2021, telah menyepakati harga sawit umur 10 - 20 tahun t menjadi Rp 2.543,76/Kg. Sedangkan harga TBS  sawit berumur 10 – 20 tahun pada periode II April di Provinsi Kalimantan Barat yang sebesar Rp2.236,76 per kilogram mencatat harga paling tinggi sepanjang tahun 2021. 


Untuk Kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 143 ringgit, atau 3,54%, menjadi 4.187 ringgit (USD 1.015,52) per ton pada akhir sesi pagi. Kontrak tersebut telah menyentuh level tertinggi 13 tahun pada 4.197 ringgit per ton.

"Produksi di bulan Mei sangat penting dengan hari kerja yang lebih sedikit terutama untuk panen. Kami sudah bergulat dengan masalah tenaga kerja dan akan lebih sulit di bulan Mei," kata Paramalingam Supramaniam, Direktur di pialang Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor yang dikutip dari Reuters.

"Permintaan lebih baik, dengan kelapa sawit menjadi yang termurah dibandingkan minyak pesaing lainnya. Karena itu, kami mengantisipasi harga tetap defensif dan lebih kuat," tambahnya.

Minyak sawit dapat menembus resisten pada 4.098 ringgit per ton dan naik ke kisaran 4.130-4.169 ringgit, kata Wang Tao, analis pasar teknik komoditas Reuters, dalam sebuah laporan. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim melihat kenaikan ini karena adanya tanda-tanda pertumbuhan membaiknya ekonomi yang membuat harga komoditas meningkat. Selain itu, kenaikan harga CPO disebabkan adanya pengetatan di Malaysia sehingga tenaga kerja berkurang dan menghambat produksi. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL