Kejati Babel Tetapkan Dua Mantan Pejabat BRI Pangkalpinang Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Firman    •    Rabu, 19 Mei 2021 | 21:37 WIB
Lokal
Kejati Bangka Belitung saat melakukan konferensi pers kasus korupsi BRI Cabang Pangkalpinang dan BRI Capem Depati Amir.(ist)
Kejati Bangka Belitung saat melakukan konferensi pers kasus korupsi BRI Cabang Pangkalpinang dan BRI Capem Depati Amir.(ist)

PANGKALPINANG - Dua orang tersangka kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang Pangkalpinang, kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka yang ditahan oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) yakni AHP selaku mantan Kepala Cabang BRI Pangkalpinang dan ATN selaku mantan Pimpinan Cabang BRI Depati Amir.

Mereka diduga terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit terhadap 47 debitur BRI Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang BRI Pangkalpinang.

Penetapan kedua tersangka dilakukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung pada Rabu (19/5/2021) petang.

Tersangka AHP berperan selaku pemutus kredit terhadap 12 debitur Kantor Cabang Pangkalpinang dan 3 debitur Kantor Cabang Pembantu BRI Cabang Depati Amir.

Dalam aksinya, AHP bekerjasama dengan Ao, Ra, CI, dan E untuk memproses pengajuan kredit yang diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar Rp 24 miliar.

Sementara ATN berperan memutus kredit terhadap 32 debitur juga sebagai account officer terhadap 3 debitur untuk memproses pengajuan kredit KMK terhadap 35 debitur ditaksir mengakibatkan kerugian Rp 19,4 miliar.

Asisten Intelejen Kejati Bangka Belitung, Johnny William mengatakan, pihaknya kembali menahan dua tersangka lagi dalam kasus dugaan tindak pidana
pemberian fasilitas kredit terhadap 47 debitur BRI Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang BRI Pangkalpinang.

"Sore hari ini Penyidik Pidsus Kejati Babel kembali menahan dua orang tersangka perkara BRI, penahanan terhadap kedua tersangka usai menjalani sejumlah rangkaian penyidikan, dan kedua tersangka langsung ditahan dan dititipkan ke Rutan Polda," kata Johnny William Pardede,  Rabu (19/5/2021).

Jhonny menjelaskan, kedua tersangka diancam pasal Primair : Pasal 2 ayat 1 (jo)  pasal 18 undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

"Subsidair pasal 3 (jo) pasal 18 undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," ungkap Johnny didampingi  didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Ketut Winawa dan Kasi Penkum Basuki Raharjo.(fn/wb) 



MEDSOS WOWBABEL