Erzaldi Dukung Bupati Bangka Barat Kelola Tahura Bukit Menumbing

Chairul Aprizal    •    Senin, 24 Mei 2021 | 23:21 WIB
Lokal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(rul/WB))
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(rul/WB))

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Gubernur Bangka Belitung Erzaldi menegaskan Hutan Bukit Menumbing yang sudah ditetapkan sebagai Tahura (Taman Hutan Raya--red) menjadi kewenangan Kabupaten Bangka Barat untuk mengelolanya.

Erzaldi meminta Bupati Bangka Barat agar Bukit Menumbing dapat dikelola dengan baik, tidak sekedar membiarkan sebatas SK saja.

"Dapat diberikan alokasi anggaran, kami provinsi akan membantu dengan sepenuh hati, tapi tolong diawali," kata Erzaldi, Senin (24/05/2021).

Keenam blok yang disampaikan oleh Asisten Drs Muhammad Rozali, disebut gubernur sudah harus direncanakan akan ditanam apa, untuk apa, dan out takernya sudah pasti ada.

"Di sini saya lihat akan ditanam Jambu Mente kerjasama dengan KPH 10 hektar, 10 hektar itu belum angka yang optimal karena akan kita beri satu unit mesin pengelolaan jambu mente pada saat dia menghasilkan dan ini program kami sejak tahun 2017," tutur Erzaldi.

Ditambahkan Erzaldi kelompok tani yang sudah mengelola Jambu Mente saat ini sudah merasakan hasil panennya dengan hasil yang luar biasa.

"Jadi tidak ada lagi masyarakat membeli Jambu Mente produk dari luar, jadi Jambu Mente produk dari KPH sekarang yang ada, jadi KPH di belinyu itu sekarang sudah hampir 1000 hektar," imbuh Erzaldi.

Gubernur sangat mendukung Bupati Bangka Barat karena Tahura Menumbing memiliki magnet lainnya karena ada histori sejarah dari Ir Soekarno.

"Saya mohon dukungannya nanti silakan berdiskusi dengan DPRD dan petugas yang diserahkan untuk mengelola ini, yang utama yang harus kita lakukan adalah perencanaan enam blok tadi," pesan Erzaldi.

Gubernur menawarkan juga untuk perencanaan tersebut bisa diserahkan ke provinsi atau Kabupaten Bangka Barat itu sendiri yang menyiapkannya.

"Intinya dalam perencanaan tersebut harus betul-betul komprehensif dan dibuat perdanya, karena Tahura ini juga akan menghasilkan uang nantinya," kata gubernur.

Gubernur menerangkan jika Tahura bisa dikelola menjadi destinasi wisata salah satu bloknya maka akan jadi seperti sebuah wisata di Tangkuban Perahu.

Mengenai adanya aktivitas liar pengerusakan hutan dengan ilegal mining, ilegal logging, dan ilegal farming, gubernur menilai tidak akan mengedepankan penertiban terus-terusan karena hanya akan menguras anggaran saja.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE