Honda Gagas Acara Kumpul Komunitas Seni dan Pelaku Ekonomi Kreatif

ADVERTORIAL    •    Selasa, 25 Mei 2021 | 12:03 WIB
Lokal
Pemateri Budaya Kreatif dan Ketua Gekraf Babel.(ist)
Pemateri Budaya Kreatif dan Ketua Gekraf Babel.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- PT Asia Surya Perkasa selaku perusahaan yang bergerak di bidang otomotif selalu memberikan support penuh dalam kegiatan untuk mengembangkan kreativitas anak muda dan juga ekonomi kreatif yang ada di Bangka Belitung. 

Honda memberikan komitmen dalam Program "New Honda PCX 160 Challenge" Berkolaborasi dengan Gerakan ekonomi kreatif (Gekrafs) yang bertajuk "Honda Support Ekonomi Kreatif Bangka Belitung". Kegiatan ini memberikan wadah serta panggung bagi anak muda untuk menampilkan bakatnya masing-masing dalam dunia seni. 

Tentunya juga memberikan semangat bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam mengasah dan juga mengembangkan bakat-bakatnya, tak hanya itu kegiatan ini juga memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memajangkan produk-produknya sehingga bisa bersaing dan juga lebih dikenal oleh masyarakat Honda Bangka Belitung. 

"Ini juga bentuk komitmen dari Tunas Honda dan Gekrafs Bangka Belitung memberikan ruang lebih besar untuk pelaku ekonomi kreatif agar semakin semangat untuk berkarya. terima kasih kepada PT Asia Surya Perkasa yang telah support penuh dalam kegiatan Kumpul Komunitas Seni dan pelaku ekonomi kreatif. Terima kasih juga kepada Jugen Creative yang telah menyediakan tempat untuk terlaksananya kegiatan ini," ungkap Ketua Gekrafs Bangka Belitung, Tommy Setiawan. 

Tommy berharap para pelaku ekonomi kreatif bisa lebih memberikan kontribusi dalam mengembangkan ekonomi Bangka Belitung dan tentunya dapat berprestasi dengan bakat-bakat yang dimiliki. 

Salah satu penampil dalam kegiatan ini adalah David seorang mahasiswa ISI Yogjakarta dan juga tergabung dalam "KILOMETER O" yang menampilkan Teater Contemporary.

"Saya sangat senang Honda dan Gekraf memberikan kegiatan dan wadah seperti ini. Hal ini bisa membuat kami para pelaku seniman merasa dihargai keberadaan, khususnya untuk teater yang mulai redup di Bangka Belitung," ungkap David. 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE