Kementerian Dukung Penuh Penganggaran 11 KEK/KI Prioritas, Termasuk KI Sadai

Tim_Wow    •    Selasa, 25 Mei 2021 | 12:59 WIB
Nasional
Caption: Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa saat memimpin Rapat Pembahasan Multi Pihak Major Project Kawasan Industri Prioritas dan Smelter  di Indonesia RPJM 2020-2024. (Foto Bappenas RI 2021).
Caption: Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa saat memimpin Rapat Pembahasan Multi Pihak Major Project Kawasan Industri Prioritas dan Smelter  di Indonesia RPJM 2020-2024. (Foto Bappenas RI 2021).

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen mendukung perencanaan dan penganggaran untuk 11 Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024. Kawasan Industri (KI) Sadai di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung termasuk dalam 11 KI Prioritas.

Dukungan dan komitmen kemeneterian/lembaga terhadap pembangunan KI/KEK Prioritas  dibahas dalam Rapat Pembahasan Multi Pihak Major Project Kawasan Industri Prioritas dan Smelter  di Indonesia oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Rapat dipimpin Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dihadiri  Menteri Perdagangan M. Lutfi, Wakil Menteri ESDM,  Kementrian BUMN, Menteri Investasi Bahlillahadia dan sejumlah kementrian dan lembaga lainnya.

"Kita dorong pelaksanaan green economy melalui Kawasan Industri Prioritas dan Smelter. Jadi, circular economy, green economy, kita dorong hingga melahirkan green product dan mulai dari penggunaan bahan ramah lingkungan," kata  Suharso  dalam rapat yag dikutip dari siaran resmi Bappenas RI, Selasa (25/5/2021).

Suharso menekankan pentingnya konsep penggunaan kembali, pemanfaatan teknologi rendah karbon, penggunaan energi alternatif, tenaga kerja terampil, hingga penggunaan air yang berkaitan dengan upaya dunia menuju emisi bersih.

Daftar 11 KI/KEK prioritas itu yakni KI  Sei Mangkei, KEK Galang Batang, KI Bintan Aerospace, KI Sadai, KI Terpadu Batang, KI Subang, KI Ketapang, KI Surya Borneo, KEK/KI Palu, KI Teluk Weda, KI Teluk Bintuni, serta 31 smelter yakni Kalimantan (12 smelter), Sulawesi (12 smelter), NTB (1 smelter), dan  Maluku Utara (6 smelter).

Beberapa kawasan industri diproyeksikan akan beroperasi pada 2022, di antaranya KI Teluk Weda di Maluku Utara yang akan menghasilkan 1,8 juta ton Feronikel dan KEK Galang Batang di Kepulauan Riau yang akan memproduksi 2 juta ton alumina. Sedangkan 5 smelter akan beroperasi, antara lain smelter konsentrat besi di Kotawaringin Barat menghasilkan 29.319 ton zinc ingot dan smelter bijih nikel di Halmahera Selatan menghasilkan 96.000 ton mixed hydroxide precipitate .

"Komitmen juga diperlukan untuk isu kebijakan lintas bidang lainnya, dukungan kebijakan fiskal, teknologi, dan pengelolaan lingkungan dalam pelaksanaan Major Project yang menjadi amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024," ujarnya.

Rapat pembahasan  major project Kawasan Industri Prioritas dan smelter untuk mengoordinasikan perencanaan dan penganggaran pembangunan 11 kawasan industri prioritas yang terdiri KI/KEK dan smelter dalam

major project juga mendukung pencapaian penyerapan tenaga kerja industri nasional hingga 20,9 juta orang, hingga mencapai target pertumbuhan Produk Domestik Bruto industri pengolahan 5,3–6,1 persen di 2022. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL