Listrik Dibatasi, Produksi Smelter Timah China Berkurang Hingga 2000 Ton

Tim_Wow    •    Kamis, 27 Mei 2021 | 10:41 WIB
Ekonomi
Caption: Smelter timah di Provinsi Yunnan, China yang dibatasi produksi akibat kekurangan pasokan listrik. (IST/ITA)
Caption: Smelter timah di Provinsi Yunnan, China yang dibatasi produksi akibat kekurangan pasokan listrik. (IST/ITA)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pembatasan kegiatan produksi dari pabrik peleburan logam di Provinsi Yunnan, China akan memangkas produksi timah dunia pada Juni 2021. Kabar pembatasan aktifitas produksi smelter ini berdampak terhadap harga timah dunia.

Harga timah di London Metal Exchange  (LME) diperdagangkan naik 1persen pada USD 29.775 per ton pada Rabu (26/5/2021), setelah mencapai tertinggi satu dekade USD 30.650 minggu lalu kemudian perlahan rurun di bawah USD 30.000 per ton akibat kenaikan harga logam yang fantastis mengakibatkan inflasi di beberapa negara besar.

"Saat ini, ITA memperkirakan smelter akan ditutup selama 10 hingga 20 hari, sehingga berdampak pada produksi timah olahan sekitar 1.000 - 2.000 ton," demikian keterangan resmi International Tin Assocation (ITA) di web resminya internationaltin.org, Rabu (26/5/2021).

Di China, mayoritas peleburan timah terkonsentrasi di provinsi Yunnan , di barat daya negara itu. Provinsi ini juga menjadi tempat sejumlah pabrik peleburan seng dan aluminium.  Awal Mei, jaringan listrik Yunnan mengeluarkan pemberitahuan kepada semua perusahaan untuk mengurangi konsumsi listrik karena masalah produksi. 

Tenaga air adalah sumber utama listrik di provinsi Yunnan, ditambah dengan batu bara, angin, dan tenaga surya. Karena kekeringan di wilayah tersebut, permukaan air di waduk utama berkurang. Dikombinasikan dengan pengurangan penyimpanan batubara,  pemerintah provinsi Yunnan menjaga pembangkit listrik pada tingkat yang biasa. Alhasil, smelter di kawasan itu diminta mengurangi konsumsi listriknya.

 "Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas daya, semua perusahaan besar di provinsi Yunnan terpaksa mengurangi konsumsi. Menurut penelitian  ITA , hanya smelter swasta yang akan terkena dampak dan harus menghentikan aktivitas peleburan dan pemurnian," ujarnya.

“Saat ini, diperkirakan akan turun hujan lebat pada bulan Juni, yang akan mengisi ulang waduk tenaga air,” kata ITA. 

“Namun, tidak diketahui berapa lama ini akan memakan waktu, dan smelter saat ini tidak tahu tentang memulai kembali.” (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE