Kenaikan Harga Timah Berdampak Positif Bagi PT Timah Tbk

Tim_Wow    •    Kamis, 03 Juni 2021 | 07:26 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com --  Lonjakan harga timah dunia  mencapai USD 31.000 per metrik ton berdampak.positif bagi perusahaan penambangan PT Timah Tbk. Produsen timah terbesar kedua dunia ini ikut menikmati kenaikan harga yang signifikan setelah tahun lalu harga sempat berada pada titik terendah, yakni USD 13.000 per metrik ton.

Hanya saja, bagi PT Timah Tbk (TINS),  kestabilan harga timah dalam jangka panjang lebih penting dari sekadar kenaikan harga yang bisa saja  berfluktuasi tajam.

"Kenaikan harga logam tentunya berdampak positif bagi perusahaan, namun yang tidak kalah penting juga adalah kestabilan harga timah untuk jangka menengah dan jangka panjang, terkait supply and demand," kata Abdullah Umar Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk kepada wowbabel.com, Rabu (2/6/2021).

PT Timah Tbk tidak tergesa-gesa dalam merespon harga timah yang terus naik sejak awal tahun ini dengan melakukan produksi secara besar-besaran. 

"Dalam  menentukan produksinya, perusahaan mengacu pada strategi dan target yang telah ditetapkan, Parameter  tersebut bukan hanya berdasarkan harga logam," ujar Abdullah Umar. 

Perencanaan, strategi dan target produksi, kata Abdullah Umar  penting bagi perusahaan karena menyangkut banyak hal antara lain sustainability perusahaan dan penambangan berorientasi lingkungan.

PT Timah Tbk mencatat produksi bijih timah pada kuartal I/2021 sebesar 5.025 ton;  sebesar 61 persen berasal dari offshore. Angka produksi logam timah pada kuartal I/2021 terkoreksi 63% menjadi 5.220 ton dan penjualan logam timah terkoreksi 66% menjadi 5.912 ton.

Dia menuturkan, sebagai produsen terbesar timah kedua di dunia, TINS memiliki posisi tawar yang menentukan di pasar timah dunia. Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2021, TINS mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,44 triliun atau turun sekitar 45 persen dibandingkan dengan kuartal I/2020 sebesar Rp 4,42 triliun.

Berkat efektivitas manajemen biaya, TINS berhasil membukukan laba operasi sebesar Rp 131 miliar atau naik signifikan dibandingkan kuartal I/2020 yang minus sebesar Rp 434 miliar.

Sementara itu, laba tahun berjalan kuartal I/2021 sebesar Rp 10 miliar, naik signifikan dibandingkan kuartal I/2020 minus sebesar Rp 413 miliar.

Profitabilitas TINS terus membaik yang nampak dari gross profit margin (GPM) sebesar 13,21 persen dan net profit margin (NPM) sebesar 0,42 persen. (*)



MEDSOS WOWBABEL