Sosialisasi Ekosistem Ultra Mikro, Zuristyo Kumpulkan Pedagang Pasar Tradisional

Firman    •    Jumat, 04 Juni 2021 | 20:05 WIB
Lokal
Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bangka Belitung asal Partai Nasdem, Zuristyo Firmadata menggelar acara sosialisasi sinergi ekosistem ultra mikro ke pedagang pasar tradisional.  Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Ball Room Hotel Bangka City, Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021) diikuti oleh puluhan pelaku usaha ultra mikro dan mahasiswa.(fn/wb)
Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bangka Belitung asal Partai Nasdem, Zuristyo Firmadata menggelar acara sosialisasi sinergi ekosistem ultra mikro ke pedagang pasar tradisional. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Ball Room Hotel Bangka City, Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021) diikuti oleh puluhan pelaku usaha ultra mikro dan mahasiswa.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bangka Belitung asal Partai Nasdem, Zuristyo Firmadata menggelar acara sosialisasi sinergi ekosistem ultra mikro ke pedagang pasar tradisional.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Ball Room Hotel Bangka City, Pangkalpinang, Jumat (4/6/2021) diikuti oleh puluhan pelaku usaha ultra mikro dan mahasiswa.

"Ini merupakan sosialisasi manfaat dengan tujuan atas pembentukan sinergi ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada para pelaku usaha mikro yang ada di Provinsi Bangka Belitung," ungkap Zuristyo.

Ia juga mengatakan dalam hal ini guna memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk para pedagang tradisional.

"Pemerintah didukung DPR RI bersama dengan BUMN Sektor Ultra Mikro (UM) dan UMKM, akan membentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pelaku usaha kecil di Indonesia," ujarnya.

Dijelaskan Zuristyo langkah tersebut melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan melalui sinergi ekosistem ini ditargetkan terbentuk pada semester II tahun ini.

"Kami sangat mendukung program ini, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku usaha kecil termasuk pedagang pasar dan diharapkan dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pra sejahtera," harap Zuristyo.

Tidak hanya itu disampaikannya puluhan pedagang pasar yang mengikuti acara sosialisasi secara offline ini merupakan para nasabah dan pelaku UMKM.

"Dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen diantaranya yang mendapatkan layanan dari institusi keuangan formal, padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas," tuturnya.

Selain itu kata Zuristyo, di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehingga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19.

"Jadi kita berharap nantinya para pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang serta naik kelas, dan sinergi ini mengkolaborasikan kekuatan dan mensinergikan keahlian dalam satu rumah besar agar bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil agar supaya mereka bisa segera bangkit, karena merekalah tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional," tukas Zuristyo.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE