MSC Berhenti Sementara, Harga Timah Menguat Lagi

Tim_Wow    •    Sabtu, 05 Juni 2021 | 14:41 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Harga timah pulih kembali setelah penurunan tajam. Bahkan Rabu (3/6/2021), harga timah mendekati US$ 31.000/ per metrik ton sebelum penutupan pasar pada Jumat (4/6/2021) kembali melemah. 

James Willoughby Analis Pasar Asosiasi Timah Internasional (Association Tin Internatiomal/ITA) dalam keterangan resminya mengatakan berita 705 ton timah memasuki gudang London Metal Exchange (LME) selama dua hari terakhir, secara efektif menggandakan stok timah yang memicu aksi jual.

"Namun, konfirmasi bahwa produsen utama MSC ( Malaysia Smelter Corps) tidak dapat beroperasi hingga 9 Juni telah memperkuat harga lagi," kata James, Jumat (4/6/2021).

MSC akan ditutup hingga 9 Juni setelah pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown akibat peningkatan kasus Covid-19 . MSC telah mengkonfirmasi kepada ITA bahwa perusahaan akan menghentikan semua operasi peleburan mulai 3 Juni. Bahkan dalam laporannya, perusahaan tutup selama lima hari lagi, hingga 14 Juni jika izin beroperasi tidak diberikan oleh pemerintah. 

Malaysia memutuskan penguncian lebih ketat yang diberlakukan sejak 12 Mei. Hanya bisnis penting yang dapat dibuka. Malaysia memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi ketiga di Asia Tenggara, tetapi memiliki tingkat per kapita terburuk di kawasan itu. 

Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia (MITI) bertanggung jawab terhadap perusahaan mana yang dapat beroperasi. Namun, MSC tidak termasuk dalam daftar awal perusahaan yang disetujui mulai 9 Juni, MSC akan diizinkan mengembalikan 10% karyawannya ke smelter. 

Namun, sebagian besar smelter membutuhkan hampir 50% tenaga kerjanya untuk melanjutkan produksi. Jika MITI tidak menyetujui perusahaan untuk beroperasi, maka tidak akan dapat memulai kembali produksi timah olahan hingga 14 Juni. 

"MSC telah berjuang dengan produksi tahun ini, dengan operasi yang dibatasi sejak April. Karena penghentian berkala dan perbaikan tungku peleburan, menyebabkan masalah. Gangguan terbaru dapat menunda pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung, yang diperkirakan akan memakan waktu antara lima dan sembilan bulan," ujar James. (*)



MEDSOS WOWBABEL