Bangka Barat Siap Terapkan Belajar Tatap Muka

Chairul Aprizal    •    Rabu, 09 Juni 2021 | 17:16 WIB
Lokal
Caption: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bangka Barat, Rukiman. (rul/wb)
Caption: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bangka Barat, Rukiman. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bangka Barat, Rukiman menyatakan siap apabila sistem pendidikan diberlakukan tatap muka kembali.

Rukiman menyampaikan Menteri Pendidikan baru memberikan statement akan mengembalikan aktivitas pendidikan kembali seperti dahulu dapat belajar tatap muka Bulan Juli mendatanag, namun hal itu belum disampaikan  secara tersurat.

"Memang belum ada surat edarannya baru berupa sebatas statement lisan. Namun yang untuk Bangka Barat kami pada prinsipnya sebenarnya masyarakat sudah pengen orang tua siswa itu , pengennya masuk tatap muka, guru-guru juga seperti itu," ungkap Rukiman, Rabu (09/06/2021).

Rukiman menyebutkan belajar daring yang dilalui sejak pandemi melanda sudah dua tahun belakangan ini memang belum mampu secara efektif kesiapan bagi pendidik dan siswa.

"Karena memang pertama masyarakat itu tidak semua memiliki ponsel, kemudian tidak semua masyarakat memiliki paket dan tidak semua daerah memiliki jaringan internet ada yang blankspot," tutur Rukiman.

Oleh karena itu, sebagian besar orang tua siswa di Kabupaten Bangka Barat sangat menginginkan siswa dapat kembali belajar tatap muka seperti dulu.

"Kami tetap berkordinasi dengan gugus tugas, kami melihat di lapangan kondisi kami berupaya dengan protokol kesehatan yang ketat Insya Allah kita di bulan bulan Juli itu kalau memang kondisinya memungkinkan kita tetap tatap muka tapi dengan shift," kata Rukiman.

Rukiman menyatakan, Bangka Barat siap apabila ada instruksi Menteri Pendidikan untuk kembali belajar tatap muka, tinggal pihak sekolah membentuk tim gugus tugas sekolah dan sarana prasarana protokol kesehatan.

"Juga sekolah wajib menganggarkan untuk sarana prasarana itu, juga sekolah memiliki data untuk apabila ada yang terpapar sekolah atau guru atau orang tua , itu laporan sekolah sudah cepat, saya punya aplikasinya jadi sekolah cepat menyampaikan dan kita cepat trakingnya," sebut Rukiman.

Rukiman menambahkan untuk kedepan nanti pendidikan tetap harus menyesuaikan berbasis digitalisasi dan tekhnologi 4.0 meskipun tidak diketahui pandemi Covid-19 kapan akan berakhir.

"Kita harus menyesuaikan pendidikan kita, Bangka Barat secara bertahap harus mengikuti perkembangan zaman itu" tutup Rukiman. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL