Sampah di Bangka Barat Capai 80 Ton Perhari, Pengelolaan Sudah Ketinggalan Zaman

Chairul Aprizal    •    Kamis, 10 Juni 2021 | 13:12 WIB
Lokal
Caption:  Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Bangka Barat, Ridwan. (rul/wb)
Caption: Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Bangka Barat, Ridwan. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Bangka Barat Ridwan mengkritik diri sendiri dalam penanganan sampah di Bangka Barat yang lamban dan mengalami berbagai keterbatasan.

Ridwan menuturkan untuk perharinya saja Kabupaten Bangka Barat produksi sampahnya sekitar 80 ton dan khusus untuk Kecamatan Muntok produksi sampah sekitar 12-15 ton perhari.

"Bisa kita bayangkan, untuk di Muntok sudah agak lumayan ada penampungannya yang namanya TPA, tetapi sebetulnya dari segi persyaratan ya belum, tapi mau gimana lagi yang namanya pemerintah," ucap Ridwan, dalam acara kawasan bebas sampah plastik satu kali pakai yang digagas oleh Kejari Bangka Barat, Kamis, (10/06/2021).

Ridwan akui Bangka Barat untuk TPA masih ketinggalan zaman karena menggunakan sistem open dumping yang seharusnya sekarang tidak ada lagi land fill yang menganut sistem tersebut.

"Tapi ya saya katakan kita meneruskan, mudah-mudahan rencana ke depan ini akan berubah itu kurang lebih sementara di kecamatan-kecamatan ini belum ada TPA," ujarnya.

Ridwan menyebutkan bahwa yang seharusnya ada di setiap kecamatan itu bukan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan tetapi TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang orientasinya bukan mengangkut tapi mengolah sampah.

"Jadi TPS itu bukan menampung, menampung itu hanya TPA, TPS itu mengolah sisa olahannya yang tidak terolah mungkin ada itu baru dibawa ke TPA,  tapi konsep ini belum terlaksana," ungkapnya.

Ridwan menyebutkan pemerintah daerah jangan dilihat dari kekurangannya karena dimana mana namanya pemerintah daerah banyak kurangnya daripada lebihnya.

"Kita membangun di sini hampir 25 sektor semua butuh perhatian kalau sudah di depan Pak Sekda sebagai ketua tim anggaran semua berbicara penting betul itu, saya dua periode jadi Kepala Bappeda saya tahu persis bahwa anggaran ini memang repot," tuturnya.

"Kadang-kadang bawa konsep mau pengadaan ini, pengadaan ini, kontainer se-Kota Muntok hanya lima, bayanglah perda persampahan kita diisyaratkan buang sampah pada tempatnya, masyarakat nyeletuk pernah saya kedenger jarak tempuh satu kilo nyari kontainer buang sampah yang ada, ini salah kita bagaimana?," sambung Ridwan.

Ia minta pemda dapat dibantu oleh masyarakat untuk mengolah sampah setelah mengetahui segala kekurangan dari Pemkab Bangka Barat. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL