30 Pengusaha Burung Walet di Bangka Barat Tak Bayar Pajak

Chairul Aprizal    •    Jumat, 11 Juni 2021 | 12:52 WIB
Lokal
Caption:  Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming saat pertemuan dengan pengusaha sarang burung walet, Jumat (11/06/2021) di OR II Pemkab Bangka Barat. (rul/wb)
Caption: Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming saat pertemuan dengan pengusaha sarang burung walet, Jumat (11/06/2021) di OR II Pemkab Bangka Barat. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming akan menyurati sekitar 30 lebih pemilik usaha sarang burung walet di Bangka Barat yang belum teridentifikasi dan tidak membayar pajak.

Bong Ming Ming mengatakan akan berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Desa/Kelurahan setempat untuk mengindentifikasi pemiliknya.

"Memanggil mereka dan duduk bersama memberikan pemahaman bagaimana pentingnya tatkala mereka bersama sama untuk melakukan pembangunan di Bangka Barat ini," ucap Bong Ming Ming usai pertemuan dengan pengusaha sarang burung walet, Jumat (11/06/2021) di OR II Pemkab Bangka Barat. 

Untuk pemilik gedung walet yang tidak berdomisili di Bangka Barat dan sulit ditemui karena berada diluar maka akan didatangi dan disurati.

"Nanti kita akan datangi dan surati kemudian memanggil secara khusus. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang melakukan usaha di Bangka Barat tanpa izin," sebut Bong Ming Ming.

Kepala Bidang Pendataan, Penilaian, dan Penetapan Pajak BP2RD Bangka Barat Heri Indarto menyampaikan ada 101 gedung walet yang teridentifikasi dan patuh pajak, dan juga sekitar 30 lebih gedung belum teridentifikasi dan belum bayar pajak di Bangka Barat.

"Jadi total keseluruhan berdasarkan data tahun 2020 ada 299 gedung terkait wajib pajak sarang burung waletnya di tahun 2020 ada 101 wajib pajak yang aktif dan 8 wajib pajak yang tidak aktif," ucapnya.

Heri Indarto menjelaskan delapan pemilik yang tidak aktif pajak ini selama tahun 2020 tidak melaporkan sehingga pada tahun 2020 otomatis tidak ikut membantu membayar pajak daerah.

Adapun data target dan realisasi pajak dari sarang burung walet seja tahun 2018 sampai sekarang yaitu, tahun 2018 target pajak Rp 275.000.000 dengan realisasi Rp 290.337.145 (106%), tahun 2019 target pajak Rp.200.000.000 dengan realisasi Rp 246.594.575 (123%). Tahun 2020 target pajak Rp 290.000.000 dengan realisasi Rp.234.176.228 (81%), dan tahun 2021 target pajak Rp 290.000.000 dengan realisasi Rp 90.010.975 (31%).

"Ini berdasarkan hasil data yang kami terima dari pengusaha di tahun 2020 ini hampir tercapai 81 persen karena harga jual di pasaran waktu itu belum turun, dan 2021 targetnya sama dengan 2020 dan sampai bulan Mei ini baru terealisasi sekitar 90 juta," ucapnya.

Heri akui penyebab dilapangan tidak bisa secara optimal mencapai target karena masih rendahnya tingkat partisipasi pengusaha sarang burung walet untuk melaporkan omsetnya.

"Karena kita kalau ke lapangan ini pak wabup kita hanya ketemu ke penjaga malamnya jadi para pengusaha atau pemiliknya kita tidak pernah ketemu untuk masuk ke dalam gedung harus izin ke pemiliknya yang tidak ada di kabupaten Bangka Barat," tukasnya.

Begitupula hal lainnya karena harga jual sarang burung walet di Bangka Barat tidak stabil serta belum ada pengawasan terhadap pengusaha sarang burung walet di Bangka Barat. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL