Diduga Tercemar Aktivitas Liar, Air di DAS Muntok Berwarna Seperti Minuman Thai Tea

Chairul Aprizal    •    Jumat, 11 Juni 2021 | 07:55 WIB
Lokal
Air yang mengalir di Sungai Ulu Muntok tampak berwarna kecokelat-cokletan lantaran diduga akibat adanya aktivita liar.(rul/wb)
Air yang mengalir di Sungai Ulu Muntok tampak berwarna kecokelat-cokletan lantaran diduga akibat adanya aktivita liar.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kondisi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kecamatan Muntok cukup memprihatikan. Aliran air terlihat tak jernih lagi namun sudah berwarna kecokelat-cokelatan bahkan sudah seperti warna minuman Thai Thea

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Bangka Barat, Ridwan tidak membantah air sungai yang dari hulu ke hilir atau dari aliran air Bukit Menumbing hingga menyambung ke laut ini tercemar karena bukti adanya aktivitas illegal di sekitar lokasi DAS.

DAS di Kecamatan Muntok ini juga tidak sekedar aliran air sungai yang menyambung ke laut tetapi juga mempunyai manfaat sebagai sumber air baku karena air yang bersumberi dari Bukit Menumbing ini dimanfaatkan pula oleh Perumda Tirta Sejiran Setason untuk usaha air baku kepada masyarakat Muntok.

"Kalau bicara hulu dengan hilir sebenarnya hulunya ini harus kita ini kan, hulunya ini dan kalian kan tahu bagaimana hulunya ini jangan dipancing gitulah kalian pasti tahu lah yang pastinya yang ilegal ilegal itulah," ungkap Ridwan, Kamis (10/06/2021).

Sungai berwarna 'Kopi Susu' ini tampak terpantau jelas di sepanjang alur Kampung Ciulong, Kampung Ulu, hingga terus ke laut di sebelah Pasar Muntok.

DAS ini jadi berwarna seperti itu karena disebabkan oleh aktivitas ilegal mining dan ilegal logging di atasnya yang sampai sekarang belum ada satu pihakpun mampu menghentikannya.

"Macam-macam lah ada ilegal mining (tambang liar-red), ada ilegal logging (penebangan liar). Gini aja deh bukan rahasia memang kenyataan faktanya seperti itu Sungai Kampung Ulu dan sekarang sudah begitu mau gimana lagi,"  tutur Ridwan. 

Ridwan berharap ada upaya-upaya baru yang nyata dan tegas untuk dapat memperbaiki pencemaran ini karena perubahan warna air sering dianggap sepele yang pada halnya bukti pencemaran terhadap air itu terjadi.

"Dis setiap periode ini artinya jangan hanya kita ngomong-ngomong, ingat ya menanggulangi yang masalah di hulu itu sekarang bicara masalah penindakan bukan juga LH (Lingkungan Hidup-red), LH itu sekedar karena itu Tahura kita sosialisasi tapi ketika sudah penindakan bukan kita," kata Ridwan. 

Ridwan menuturkan tanpa diteliti juga oleh Lingkungan Hidup sudah jelas tampak mata warnanya kecoklatan, dan berdampak penyakit juga dari kandungan air.

"Yang tadi bening berubah menjadi kopi susu, inikan artinya ada sesuatu, kalau bahasa media oh terjadi pencemaran ya silakan," tukasnya.(rul/wb) 






TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL