Dinas Kearsipan Pangkalpinang Simpan 1.400 Box Arsip Lawas

Hendri Dede PKP    •    Jumat, 11 Juni 2021 | 15:46 WIB
Lokal
Caption: Salah satu arsip foto yang tersimpan di depo arsip milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang. (hdd/wb)
Caption: Salah satu arsip foto yang tersimpan di depo arsip milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Sejumlah dokumen dan arsip lawas dari berbagai peristiwa bersejarah di Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tersimpan dengan rapi di depo arsip milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang.

Berbagai dokumen lawas dan arsip-arsip dinamis, statis maupun vital tersimpan serta dirawat dengan baik di depo itu. Mulai dari koleksi foto, peta, dan sejumlah jenis arsip lainnya. 

Salah satu jepretan foto lawas yang tersimpan yaitu suasana di ruangan konferensi di Pangkalpinang, terlihat Nyonya Guben dan Nyonya Van Zantejut sedang berbicara dengan seorang utusan Konferensi, pada 1946.

Adapun jepretan peristiwa lainya, yaitu tampak bingkai foto mengenai musibah banjir yang cukup besar di Kota Pangkalpinang pada 1986. Bahkan, terdapat juga jepretan saat penyemprotan air di galian tambang timah di Pangkalpinang, 1925.

Aroma menyengat yang berasal dari kapur barus tercium sangat tajam di ruangan depo Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan mencegah dokumen-dokumen dari kerusakan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang, Agus Fendi mengatakan dokumen-dokumen itu tidak hanya disimpan berbentuk fisik di depo arsip, juga disimpan berbetuk dokumen digital pada komputer.

Selain itu, kata Agus, petugas pun rutin melakukan perawatan agar berbagai dokumen di depo untuk tetap terjaga.

Tercatat, kurang lebih ada sebanyak 1.400 lebih box arsip yang tersimpan saat ini di depo milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang. Sedangkan yang bersifat statis hanya berupa foto dan peta.

"Arsip yang aktif disini ada sekitar 1.400-an box kalau di data kami, kalau yang statis itu hanya berupa foto dan peta," kata Agus kepada Wow Babel, Jumat ( 11/6/2021).

Di sisi lainnya, ketersediaan ruangan depo saat ini terbilang minim dan bahkan kurang memadai untuk menampung atau mengakuisisi berkas-berkas pada berbagai jenis arsip yang lainnya. Begitu juga SDM pada bagian pengelola arsip. Hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran.

"Hal yang strategis bagi kami ini sebenarnya diperlukan depo, ya. Yang ada saat ini sudah sangat  terbatas ruangannya. Makanya kalau ada akuisisi belum tahu akan menampung dimana berkas ini dan depo yang ada terbatas," kata Agus.

Rencananya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang bakal mengajukan penambangan kapasitas depo untuk mengakuisisi dokumen atau berkas-berkas penting lainnya pada tahun depan.

"Kami yang sangat berharap itu ada depo, memang kita mengusulkan itu di tahun 2022. Mudahan-mudahan itu terealisasi, tinggal mencari lahan," ujarnya. (hdd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL