Ini Tumpuan Hilirisasi Ekonomi Digital, Salah Satunya Tekhnologi Blockchain

Tim_Wow    •    Jumat, 11 Juni 2021 | 08:40 WIB
Ekonomi
Menteri Perdagangan RI, Luthfi.(ist)
Menteri Perdagangan RI, Luthfi.(ist)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Potensi ekonomi digital Indonesia  masih terus diperluas ke dalam sejumlah sektor industri di tanah air. Apabila hal itu dilakukan, maka ekonomi digital dapat terus tumbuh sesuai dengan yang diharapkan ke depannya.

"Kita juga sadar bahwa meski ekonomi digital kita empat persen pada hari ini, tetapi jumlah partisipasi, contohnya, dalam industri makanan dan minuman hari ini yang kita mempunyai besaran Rp 3.669 triliun, dilayani oleh ekonomi digital baru Rp18 triliun," ujar Lutfi Menteri Perdagangan, Kamis (10/6/2021).

Di masa yang akan datang, memurut Lutfi,  hilirisasi dari ekonomi digital ini akan bertumpu pada teknologi 5G, rantai blok (blockchain), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan komputasi awan (cloud computing).

"Kita berharap ekonomi digital ini akan memperbaiki pertumbuhan Indonesia paling tidak dalam sektor logistik dan industri. Kalau kita lihat bahwa target sektor logistik kita yang akan tumbuh dari 23 persen ongkos pada hari ini menjadi 17 persen, dengan adanya ekonomi digital ini perbaikan pada logistiknya akan jauh lebih baik," tandasnya.

Ekonomi digital Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan akan terus tumbuh berkali lipat. Di tahun 2020 lalu, ekonomi digital berkontribusi terhadap empat persen Gross Domestic Product (GDP). Sementara pada 2030 mendatang pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun di mana ekonomi digital  diyakini juga akan tumbuh hingga delapan kali lipat dari saat ini yang berada pada angka Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

Pelaku perdagangan elektronik Indonesia memiliki level playing field yang sangat besar, mulai dari online travel, online media, ride hailing, hingga financial technology. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL