Setelah Lima Hari, Akhirnya Polda Babel Berhasil Evakuasi Kapal Hantu di Hutan Bakau OKI

Firman    •    Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:25 WIB
Lokal
Caption: Kapal hantu yang berhasil dievakuasi Polda Babel disandarkan di Darmaga Pos Sandar Polairud, Sadai. (IST)
Caption: Kapal hantu yang berhasil dievakuasi Polda Babel disandarkan di Darmaga Pos Sandar Polairud, Sadai. (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung, akhirnya berhasil mengevakuasi kapal hantu dari dalam hutan bakau Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatra Selatan.

Proses evakuasi kapal hantu yang diduga membawa barang ilegal tersebut, jajaran Ditpolairud Polda Babel dibantu nelayan setempat harus memakan waktu kurang lebih selama lima hari.

Dirpolairud Polda Babel Kombes (Pol) M Zainul melalui Kasubdit Gakum AKBP Toni Sarjaka mengungkapkan, kapal hantu yang kandas di hutan bakau Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, telah berhasil di evakuasi.

"Sudah berhasil kita evakuasi, proses evakuasi kapal tersebut memakan waktu kurang lebih lima hari," ungkap AKBP Toni Sarjaka, Sabtu (12/6/2021).

Sementara itu dijelaskan Toni, proses penarikan kapal hantu dilakukan saat air laut mulai pasang.

"Untuk melakukan penarikan kapal itu sendiri selama dua hari, dan kita pun harus menunggu air pasang, saat dilakukan penarikan pada malam hari," ujarnya.

Selain itu dikatakannya, evakuasi selama lima hari itu pihaknya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup ekstra, mulai pemotongan pohon, pembuatan parit jalan, lalu baru melakukan penarikan dari hutan ke pinggir pantai.

"Kalau posisi kapal sudah jalan, dan saat ini berada di Darmaga Pos Sandar Polairud Sadai Kabupaten Bangka Selatan, karena sedang ada perbaikan kecil," katanya.

Ia menyebutkan, nanti setelah selesai perbaikan kapal itu baru akan bergerak ke Darmaga Ditpolairud Polda Babel.

"Setelah selesai dilakukan perbaikan kecil, baru akan bergerak lagi ke Pangkalpinang dan menuju Darmaga Ditpolairud Polda Bangka Belitung," ungkap AKBP Toni Sarjaka.

Sebelumnya, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung, melakukan penangkapan kapal hantu di perbatasan laut Muntok Kabupaten Bangka Barat dan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Sabtu (6/6/2021) lalu berjalan dramatis.

Penangkapan terhadap kapal hantu dengan kecepatan yang cukup tinggi itu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung harus menggunakan helikopter milik Mabes Polri yang sering digunakan Polda Bebel.

Sebelum tertangkap beberapa kali personel Ditpolairud Polda Babel harus melepaskan tembakan peringatan dari atas helikopter, namum tembakan peringatan yang dikeluarkan Polisi sama sekali tidak digubris oleh nahkoda kapal hantu, dan malah nahkoda kapal nekat menerobos hutan bakau Tanjung Jati Kabupaten OKI Sumsel, dan membuang barang bukti ke laut. 

Sedangkan para ABK yang ada di kapal hantu tersebut, melarikan diri, kapal hantu itu diduga membawa muatan illegal. (fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE