Tim Kajian Sekjen Ketahanan Pangan Nasional Kunjungi PT BAA

Dwi H Putra    •    Rabu, 16 Juni 2021 | 19:53 WIB
Lokal
Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional melakukan kunjungan ke PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berlokasi di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).(ist)
Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional melakukan kunjungan ke PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berlokasi di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).(ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional melakukan kunjungan ke PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berlokasi di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

"Kami melihat bahwa kekuatan pangan di Babel ini masih berasal dari luar, maka dari itu Pemprov Bangka Belitung harus mencoba menjaga ketahanan pangan dengan mengembangkan produk singkong dan sagu sekaligus untuk mengkonsumsinya," kata Ketua Tim Kajian Daerah, Brigjend TNI Marjani di Sungailiat, Rabu (16/6/2021). 

"Mari memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti memberlakukan satu hari tanpa beras. Dan satu hari itu digantikan dengan mengkonsumsi dengan produk pangan lainnya seperti jagung, tepung, sagu atau yang lainnya, hal itu harus dibudayakan dari sekarang," ujarnya. 

Lanjut Brigjen Marjani, pihaknya datang ke Bangka Belitung untuk melihat dan meninjaunya tentang kesediaan stok dari bahan baku sagu dan singkong 

"Kami juga melihat bagaimana ketersediaan bahannya dan cara mengolahnya, maka dari itu perlu adanya kajian," imbuh Brigjen Marjani. 

Tidak itu saja, menurutnya Bangka Belitung yang dikelilingi laut harus mampu mempersembahkan ketahanan pangan secara mandiri tidak bergantung dengan daerah lainnya.

Pihaknya pun melihat secara langsung bagaimana PT BAA memproduksi tepung sagu dan tapioka dengan sistem modern. 

"Aset ini harus dijaga untuk membangun daerah," ujarnya.

Sementara itu, Owner PT BAA, Fidrianto, merasa bangga karena ternyata Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional juga tertarik dengan sagu. Hal itu ternyata menjadi kajian khusus dan sagu menjadi bagian dari ketahanan pangan nasional.

"Kami berharap ini akan semakin banyak menarik keterlibatan dan kepedulian dari seluruh stakeholder baik yang ada di Bangka maupun diluar untuk pengembangan sagu ini," tukas Fidrianto.

"Karena saat ini sudah terbukti industri sagu yang dikembangkan oleh PT BAA sudah berkiprah di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional," paparnya.

Tambahnya bahan turunan sagu secara inovatif sudah dikenal dan telah mendapatkan apresiasi dari dunia, bahwa ada produk mie siap saji yang berbahan baku dari tepung sagu, sehingga saat ini sudah terkuak bahwa fakta-fakta baik dari sagu rumbia.

"Bangka sekarang bukan terkenal dengan sagu rumbianya, tetapi lebih terkenal sebagai pusat inovatifnya dari produk sagu. Ini akan baik bagi Bangka, karena akan berdampak juga pada pemanfaatan lahan-lahan marginal yang mengandung air untuk dikembalikan fungsinya bagi anak cucu," tukasnya. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL