Akali Sistem Zonasi, Orang Tua Titip Anak ke KK Kerabat

Hendri Dede PKP    •    Jumat, 18 Juni 2021 | 21:23 WIB
Lokal
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi.(hen/wb)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi.(hen/wb)

PANGKALPINANG,  www.wowbabel.com -- Jarak dan usia calon peserta didik merupakan syarat utama dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada jalur zonasi. Sehingga ditentukan berdasarkan dengan alamat pada Kartu Keluarga (KK).

Namun di sisi lainnya, potensi manipulasi data pindah domisili KK kerap dilakukan untuk memanipulasi jarak antara sekolah yang dituju pada sistem zonasi.

Hal itu dilakukan sejumlah orang tua murid agar anak mereka diterima di sekolah yang dituju. Jauh-jauh hari sejumlah orang tua sudah memindahkan data  atau mutasi domisili anak mereka agar terdaftar di Kartu Keluarga (KK) sanak famili yang berada tak jauh dari sekolah yang dimaksud.

Sofwan, warga Selindung Pangkalpinang mengaku sudah memutasi data anaknya untuk terdaftar di KK pamannya agar sang anak mudah diterima di sekolah yang diinginkan.

“Kita terpaksa melakukannya agar anak bisa diterima di sekolah, maklum jarak rumah dengan sekolah cukup jauh, kemungkinan kecil diterima di sekolah negeri. Jadi terpaksa data anak saya dipindahkan ke KK pamannya yang lebih dekat dengan sekolah,” ungkap Sofwan kepada awak media beberapa waktu lalu.

Menurutnya mutasi tersebut dilakukan jauh-jauh hari sebelum proses PPDB lantaran dirinya sudah mengetahui diterapkannya sistem zonasi.

Hal yang sama juga dilakukan Iin yang juga warga Selindung, ia juga terpaksa memindahkan data anaknya ke KK mertuanya agar anaknya lebih mudah diterima di sekolah yang dituju.

“Kita di Selindung ini cukup jauh jaraknya, khawatir kalau dengan sistem zonasi, anak-anak bakal kesulitan diterima di sekolah negeri terutama tingkat SMP dan SMA. Anak saya terpaksa  dipindahkan datanya ke KK mertua,” tutur Iin.

Iin berharap pihak pemerintah lebih bijaksana memikirkan murid yang jaraknya jauh dari sekolah negeri, sehingga tidak mengalami kesulitan untuk mendaftar sekolah terutama tingkat SMP dan SMA.

Begitu juga dengan Junai, melakukan hal yang sama seperti Sofwan dan Iin.”Anak saya terpaksa ikut KK neneknya biar mudah diterima di sekolah. Kalau tidak begitu akan susah masuk SMP negeri,” ungkap Junai.

Junai menambahkan lantaran mereka sudah tahu bakal diterapkan sistem zonasi, maka beberapa bulan sebelum PPDB, mutasi pindah jiwa sang anak sudah dilakukan.

“Kita belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Jadi jauh-jauh hari, anak kita sudah mutasi ke KK neneknya,” imbuh  Junai.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL