Aktivitas Tambang Liar Marak di Pangkalpinang, Merusak Fasilitas Umum

Hendri Dede PKP    •    Senin, 21 Juni 2021 | 21:22 WIB
Lokal
Salah satu aktivitas tambang liar di Kota Pangkalpinang.(hen/wb)
Salah satu aktivitas tambang liar di Kota Pangkalpinang.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Aktivitas tambang timah liar di seputaran Kota Pangkalpinang masih marak kendati seringkali ditertibkan.

Aktivitas ilegal tersebut bahkan merusak sejumlah fasilitas umum, seperti lahan perkuburan. Begitu juga di kawasan TPA Parit 6 Pangkalpinang, aktivitas penambangan tidak hanya memporak-porandakan lahan di sekitar, namun juga mengakibatkan kolam lindi penampungan air limbah milik TPA itu ambruk.

Belakangan, aktivitas tambang liar juga beroperasi di kawasan TPA Parit 6, tepatnya di sebelah jalan raya. Menurut sumber dari DLH Kota Pangkalpinang, diduga aktivitas tersebut juga telah merambah lahan milik Pemkot Pangkalpinang.

Begitu juga dengan aset berupa lahan di Kelurahan Air Mawar, tepatnya di sebelah BBIL Pangkalpinang, sebelumnya juga sempat mengalami hal yang serupa.

Aktivitas tambang liar yang cukup besar juga terpantau di wilayah Air Mawar, tepatnya belakang pabrik bata. Selain di wilayah daratan, eksploitasi lingkungan juga terpantau pada daerah aliran sungai (DAS) di kawasan Teluk Bayur dan sekitarnya.

Ironisnya lagi, lahan perkuburan di TPU Kelurahan Ampui juga turut menjadi korban dari aksi penambangan liar.

Praktik dari aktivitas penambangan ilegal tersebut diketahui telah berlangsung lama dan hingga saat ini terus terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang.

Disisi lainnya, aparat penegak Perda maupun penegak hukum  tampak tak bertaji dan terkesan tak berdaya. Pasalnya, Perda Nomor 1 Tahun 2012 di Pangkalpinang melarang segala bentuk aktivitas penambangan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Namun berdasarkan fakta di lapangan, ekploitasi dari praktik aktivitas penambangan ilegal hingga saat ini terus terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang.

Adapun berkaca dari catatan dan kasus-kasus sebelumnya, aktivitas tambang inkonvensional ini akan berhenti beroperasi 'sementara' jika adanya penertiban atau dari informasi yang diduga telah bocor.

Plt Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang, Efran menegaskan di wilayah Kota Pangkalpinang tidak boleh ada aktivitas penambangan.

Setiap informasi tentang TI illegal di kota Pangkalpinang, kata Efran, akan tetap didalami dan kemudian akan berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk melakukan penertiban.

"Untuk yang di Parit 6 sudah ditertibkan, cuma tidak tahu perkembangan saat ini. Tapi kami tetap memonitor," katanya saat dihubungi melalui telepon selurer, Senin (21/6/2021).

"Ini tambang besar keliatannya, itu sudah seperti TK (Tambang Konvensional), dimana lokasinya, kami baru tahu ada tambang besar ini," ujarnya saat mengetahui pembukaan lokasi tambang di Air Mawar.

Soal aktivitas tambang ilegal tak henti-henti beroperasi di wilayah Pangkalpinang, kata Efran, menertibkan tambang tak ayal sama halnya seperti menertibkan lapak liar di pasar.

Adapun sejauh ini, ia mengaku tidak ada kesulitan ataupun kendala saat di lapangan.

"Kalau kendala sih tidak ada di lapangan, cuma menertibkan timah inikan seperti menertibkan pasar. Usia dilakukan penertiban beberapa jam, muncul lagi," ungkapnya.(hen/wb) 






TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL