Ditertibkan Satpol PP Pangkalpinang, Penambang Ilegal di Air Mawar Lari ke Hutan

Hendri Dede PKP    •    Selasa, 22 Juni 2021 | 16:55 WIB
Lokal
Caption: Aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal di wilayah Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan ditertibkan oleh Satpol PP Kota Pangkalpinang, Selasa (22/6/2021) siang. (hdd/wb)
Caption: Aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal di wilayah Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan ditertibkan oleh Satpol PP Kota Pangkalpinang, Selasa (22/6/2021) siang. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, wwww.wowbabel.com -- Aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal di wilayah Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan ditertibkan oleh Satpol PP Kota Pangkalpinang, Selasa (22/6/2021) siang.

Disaat melihat kedatangan petugas dan Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, para penambang langsung berlarian ke dalam hutan.

Peralatan tambang seperti mesin dan sebagainya langsung dibongkar oleh personel Satpol-PP.

Aktivitas tambang tersebut diduga dibekingi oleh oknum aparat. Hal itu berdasarkan dari pengakuan salah seorang pekerja di lokasi.

Bahkan ironisnya, ia mengaku oknum tersebut sering datang ke lokasi tambang. Aktivitas penambangan liar di lokasi itu diketahui sudah berlangsung satu bulan.

"Kadang ada dia (oknum aparat-red) kesini. Yang punya Apau namanya. Apau ini ada dua orang berbeda. Kita ngomong apa adanya lah," ungkapnya.

"Kawan-kawan lari karena takut, paham lah. Sudah sekitar satu bulan lebih kita bekerja disini," ujar pria itu.

Tampak lahan di lokasi tersebut telah porak-poranda. Lahan diketahui di bongkar menggunakan alat berat ekskavator jenis kobelco. 

"Lahan dibongkar pakai PC warna hijau, kobelco. Tapi kami disini cuma begawe, ku orang Kace," katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya menyebutkan kedatangan pihaknya ke lokasi lantaran terkait laporan masyarakat setempat bahwa adanya aktivitas tambang ilegal.

Pasalnya, kata Bangun, di Pangkalpinang tidak boleh adanya segala bentuk aktivitas penambangan. 

"Ternyata memang benar adanya aktivitas penambangan, yang bikin masyarakat gerah karena disini menggunakan alat berat," tegasnya.

"Berbicara siapa pemilik tambang ini kita serahkan kepada pihak Satpol-PP. Jelas ini ada sanksinya, karena Perda 1 Tahun 2012 itu jelas mengatur tidak ada penambangan di wilayah Pangkalpinang," kata Bangun.

Ia pun meminta agar seluruh peralatan tambang di lokasi untuk langsung diamankan. Usai dari lokasi tambang ilegal di Air Mawar, pihaknya pun melanjutkan pengawasan ke lokasi tambang di DAS Teluk Bayur dan Parit 6.

"Selanjutnya hal ini akan kita serahkan kepada pihak Satpol-PP, kita hanya pengawasan hingga urusan tambang ini sampai selesai,"  kata Bangun.

"Iya, tadi berdasarkan pengakuan pekerja ada oknum aparat. Itu dari laporan pekerja tadi juga mengatakan mereka lalu lalang datang kesini," lanjutnya. (hdd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL