Kawasan Air Mawar Porak Poranda, Bangun Minta Pemkot Serius Tangani Tambang Liar

Hendri Dede PKP    •    Selasa, 22 Juni 2021 | 20:26 WIB
Lokal
Sebuah kawasan Air Mawar, Kota Pangkalpinang porak poranda dihajar tambang liar.(hen/wb)
Sebuah kawasan Air Mawar, Kota Pangkalpinang porak poranda dihajar tambang liar.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Lahan di kawasan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, babak belur dihajar oleh aktivitas penambangan liar dengan menggunakan alat berat.

Mengetahui adanya aktivitas tambang liar di wilayah Pangkalpinang, Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang bersama pihak DLH dan Satpol-PP Pangkalpinang langsung terjun ke sejumlah lokasi, Selasa (22/6) siang.

Selain pengawasan dan penindakan lokasi tambang di Air Mawar, juga terdapat beberapa lokasi lainnya yang dituju.

"Ternyata memang benar adanya aktivitas penambangan, yang bikin masyarakat gerah karena di sini menggunakan alat berat," tegas Bangun Jaya, Ketua Komisi III DPRD Pangkalpinang.

Maraknya aktivitas penambangan liar di Pangkalpinang ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pangkalpinang ini meminta pemerintah kota agar tidak setengah-setengah dan tidak tebang pilih memberantas penambangan. 

Pasalnya, kata Bangun, di Pangkalpinang tidak boleh adanya segala bentuk aktivitas penambangan. Sehingga Pemkot diminta serius tangani tambang di wilayah Pangkalpinang

"Kepada pemerintah kota melalui Satpol PP agar tidak setengah- setengah dan tebang pilih memberantas tambang ilegal di Pangkalpinang ini," tegas dia.

"Berbicara siapa pemilik tambang ini kita serahkan kepada pihak Satpol PP. Jelas ini ada sanksinya, karena Perda 1 Tahun 2012 itu jelas mengatur tidak ada penambangan di wilayah Pangkalpinang," kata Bangun.

Kedatangan pihak DLH dan anggota Komisi III DPRD Pangkalpinang ini, kata Bangun atas tindak lanjut dari laporan masyarakat setempat bahwa adanya aktivitas tambang liar disertai alat berat jenis ekskavator.

Sementara itu, Bangun meminta agar seluruh peralatan tambang di lokasi untuk langsung diamankan. Peralatan tambang seperti mesin dan sebagainya langsung dibongkar oleh personel Satpol PP.

Usai dari lokasi tambang ilegal di Air Mawar, pihaknya pun melanjutkan pengawasan ke lokasi tambang di DAS Teluk Bayur dan Parit 6.

"Barang bukti mesin besar dan kecilnya, barang bukti akan dibawa Satpol PP. Selanjutnya hal ini akan kita serahkan kepada pihak Satpol PP, kita hanya pengawasan hingga urusan tambang ini sampai selesai," kata Bangun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para penambang, aktivitas penambangan di lokasi tersebut telah berlangsung sejak satu bulan dan diduga dibekingi oleh oknum aparat.

"Iya, tadi berdasarkan pengakuan pekerja diduga ada oknum aparat. Itu dari laporan pekerja tadi juga mengatakan mereka lalu lalang datang ke sini," lanjutnya.

Aktivitas tambang tersebut diduga dibekingi oleh oknum aparat. Hal itu diperkuat berdasarkan dari pengakuan salah seorang pekerja di lokasi.

Bahkan ironisnya, ia mengaku oknum tersebut sering datang ke lokasi tambang itu. Aktivitas penambangan liar di lokasi itu diketahui sudah berlangsung satu bulan.

"Kadang ada dia (oknum aparat-red) ke sini. Yang punya Apau namanya. Apau ini ada dua orang berbeda. Kita ngomong apa adanya lah," ungkapnya.

"Kawan-kawan lari karena takut, paham lah," ujar pria itu.

Tampak lahan di lokasi tersebut telah porak-poranda. Lahan diketahui di bongkar menggunakan alat berat ekskavator jenis Kobelco

"Lahan dibongkar pakai PC warna hijau, Kobelco. Tapi kami disini cuma begawe, ku orang Kace," katanya. 

Pengawasan dan penindakan tambang ilegal di wilayah Pangkalpinang juga diikuti oleh Camat Bukit Intan, Lurah terkait, dan Wakil dan anggota Komisi III Arnadi dan Metarini.(hen/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL