Nilai Ekspor Timah Bangka Belitung Turun di Tengah Lonjakan Harga

Tim_Wow    •    Kamis, 01 Juli 2021 | 19:00 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Nilai ekspor Provinsi Bangka Belitung pada Mei 2021 turun dibandingkan bulan sebelumnya, baik ekspor timah maupun non timah turun 11,81 persen. 

Padahal harga logam timah di pasar dunia terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung dalam rilisnya menyatakan nilai ekspor Bangka Belitung Mei 2021 sebesar US$196,91 juta, naik sebesar 157,40 persen dibandingkan nilai ekspor Mei 2020. Nilai ekspor timah naik 177,71 persen, dan nontimah naik 96,85 persen (y-on-y).

“Dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m), nilai ekspor turun 11,81 persen. Ekspor timah turun 17,06 persen dan ekspor nontimah naik 20,19 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021). 

Selama Januari-Mei 2021, Korea Selatan menyerap 14,80 persen (US$100,89 juta) ekspor timah, sedangkan Malaysia menyerap 28,34 persen (US$41,94 juta) ekspor nontimah.

Nilai ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) pada Januari-Mei 2021 mendominasi sebesar US$106,07 juta atau 71,66 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Bangka Belitung. 

Sebagaimana diberitakan pada bulan lalu, bursa timah ICDX mencatatkan nilai transaksi timah mencapai Rp 2,4 Triliun pada kuartal pertama 2021 dengan volume transaksi timah mencapai 6294 metrik ton. Rata-rata harga timah ICDX pada Kuartal I sampai pertengahan April terpantau pada level USD28.000 per ton.

Kebutuhan permintaan akan timah yang semakin meningkat sejalan dengan kembali normalnya operasional perusahaan elektronik dan manufaktur global yang membutuhkan timah sebagai bahan baku semikonduktor dalam perakitan produk era modern dalam bentuk barang elektronik dan robotik, mobil elektrik, baterai dan infrastruktur energi.

Hal itu terlihat dari volume transaksi timah yang diperdagangkan melalui bursa timah ICDX sampai pertengahan April telah mencapai 7.936 metrik ton dan mencatatkan harga timah dengan level tertinggi, hal ini menjadi penanda kembali aktifnya perdagangan timah Indonesia dengan tren pertumbuhan yang meningkat. (*)



MEDSOS WOWBABEL