Semifinal Euro 2020: Akankah Spanyol Bisa Menghadang Impesifnya Italia

Abeng    •    Selasa, 06 Juli 2021 | 18:56 WIB
Sport
Logo Euro 2020.(net)
Logo Euro 2020.(net)


Komentar Ketua KONI Bangka Belitung, Elpandi 


DUEL semifinal EURO 2020 antara Itali melawan Spanyol banyak ditunggu. Akankah catatan impresif skuad Roberto Mancini terus melaju di hadapan Matadornya Luis Enrique.

Baik Itali maupun Spanyol adalah dua tim besar yang memiliki reputasi besar di sepakbola Eropa maupun dunia.  Dua-duanya pernah menjadi jawara di  Eropa. Spanyol  sudah tiga kali menggondol gelar juara Eropa.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Euro 2020 Hari Ini, Rabu 7 Juli 2021

Sedangkan  Italia baru sekali  mencicipi gelar juara.  Italia dan Spanyol di Euro 2020  sama-sama memiliki skuad muda. Mayoritas pemian kedua tim adalah wajah baru.  Spanyol di bawah Enrique membawa tim minus dari klub raksasa Real Madrid.  Ini menjadi satu  tantangan bagi Enrique untuk membuktikan bahwa produk tim Barca dan klub-klub lain bisa bersaing di level Euro. 

Tetapi saat menghadapi  Italia, menjadi pekerjaan keras kapten Sergio Basquet.  Gli Azzurri adalah tim yang memiliki mental luar biasa.  Mancini telah melahirkan bintang baru Italia, ada nama Jorginho di lini tengah  sebagai penyeimbang antara barisan depan dengan belakang. Pemain AC Milan inipun bertugas merusak barisan tengah Spanyol yang terkenal solid.

Untungnya Sapnyol memiliki beberapa nama yang merumput di liga Italia , striker Alvaro Morata salah satunya yang bemain di Juventus. Sehingga mengenal permainan Italia yang didominasi oleh klub Juventus, Inter, dan Milan. 

Tugas Morata sangat berat, penampilannya di Euro 2020 bisa-biasa saja.  Dia akan kesulitan untuk  menembus  duet  berpengalaman  Giorgio Chiellini (36 tahun) dan Leonardo Bonucci (34). 

Beban  Morata sedikit berkurang  sebab Italia kehilangan Leonardo Spinazzola yang mengalami cedera melawan Belgia. Padahal full bek kiri milik AS Roma itu berperan besar dalam laga-laga Italia sejauh ini dari sisi kiri bersama dengan Lorenzo Insigne. Roberto Mancini pun harus segera mencari solusi absennya Spinazzola. Masih ada Emerson Palmieri kendati pemain Chelsea itu minim jam bermain musim ini, atau bisa saja dengan mengubah skema tim di semifinal nanti.

Spanyol jika  mengadakan ball posision  tanpa kreator serangan  sekelas Iniesta atau David Silva cukup sulit  menembus pertahanan Italia yang terkenal solid.  Belgia sudah merasakan kesulitan menerobos barisan belakang Italia.

Tim Italia memiliki kemampun lebih ketimbang Spanyol, mereka bisa bermain dengan penguasaan bola maupun pemain yang memiliki skil untuk melakukan serangan balik yang cepat lewat kedua full back. Bahkan di lini tengah Italia punya Jorginho dan Imobile. 

Partai semifinal menjadi kali keempat secara beruntun Italia dan Spanyol bertemu di fase gugur Piala Eropa. Sebelumnya, mereka berjumpa di perempat final Euro 2008, final Euro 2012, dan babak 16 besar Euro 2016. Spanyol menang adu penalti di 2008 serta menang telak 4-0 di final 2012, dan Italia membalasnya dengan kemenangan 2-0 di edisi 2016.

Italia masih sempurna di Euro 2020, dengan 15 kemenangan dari 15 pertandingan sejak babak kualifikasi. Italia juga tak terkalahkan dalam 32 pertandingan terakhir. Sementara itu, Spanyol punya catatan bagus, yakni selalu tembus sampai final dan keluar sebagai juara setiap kali lolos dari perempat final turnamen ini (Euro 2008, Euro 2012).

Baik Italia dan Spanyol sama-sama didukung catatan statistik yang impresif. Namun, salah satu dari mereka perjalanannya harus berakhir. (*)




MEDSOS WOWBABEL