Sepenggal Kisah Kota Muntok, Bujang Ba’du: Mentok Dulunya Banyak Hiburan

Chairul Aprizal    •    Rabu, 07 Juli 2021 | 11:11 WIB
Travel
Galeri Lintas Sejarah dan Sosial  Budaya Muntok yang berada di Museum Timah Muntok, Bangka Barat.(ist)
Galeri Lintas Sejarah dan Sosial Budaya Muntok yang berada di Museum Timah Muntok, Bangka Barat.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com --  Salah satu perubahan yang jelas terlihat dengan Kota Muntok sekarang adalah pada namanya, dulu Muntok masih disebut sebagai sebuah kota, jika dipandang dari sisi sejarah, namun secara administratif Muntok dinyatakan sebagai kecamatan yang tentunya seperti terjadi kemunduran tingkatan.

"Kalau dulu, sebenarnya kalau yang kami tahu nama Muntok ini diambil dari nama Kapal Munto yang sering berlabuh di Dermaga Muntok ini," kata Iswandi, warga Mutok, kepada wowbabel, Selasa (6/7/2021).

Iswandi  atau yang lebih akrab dipanggil Bang Bujang Ba’du ternyata memiliki sepenggal kisah sendiri dengan kota yang didiami ini atau kota kelahirannya. 

Pria berusia 53 tahun menuangkan seluruh rangkaian kehidupan masa lalunya di Warung Kopi Pasar Ikan, saat dirinya masih berusia belasan tahun, sepintas ikut menggambarkan berbagai perubahan yang terjadi di Kota Muntok.

Dikatakan Bujang, pada eranya dahulu ada dua kapal besar yakni Kapal Bulinyo biasa bersandar di Belinyu dan Kapal Munto yang bersandar di Pelabuhan Muntok.

"Kapal Munto ini adalah kapal milik Inggris bersandar di Pelabuhan Muntok nama pelabuhan dulunya itu Samudera kalau tidak salah, saya ingat sekitar tahun 1960-an, dan nama jembatan pelabuhan itu dari Bahasa Belanda Brug artinya jembatan," kisah Bujang.

Kota Muntok dulunya sangat dibanggakan bahkan disebutnya sebagai Kota Hebat karena lengkap dan mempunyai potensi yang luar biasa.

"Muntok ini hebat dulunya, petak 15 yang sekarang itu, kalau dulu itu adalah dapur untuk buruh China. Bentuknya seperti bangunan kebanyakan, buruh itu kerja tambang," tutur Bujang.



MEDSOS WOWBABEL