Dugaan Pemalsuan Surat Rapid Tes Antigen, Dua Oknum CPNS Bangka Barat Jadi Tersangka

Chairul Aprizal    •    Senin, 12 Juli 2021 | 16:42 WIB
Lokal
Dua oknum CPNS Pemkab Bangka Barat diamankan Polres Bangka Barat lantaran diduga memalsukan surat keterangan rapid tes antigen saat menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok ke Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatera Selatan.(rul/wb)
Dua oknum CPNS Pemkab Bangka Barat diamankan Polres Bangka Barat lantaran diduga memalsukan surat keterangan rapid tes antigen saat menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok ke Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatera Selatan.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dua oknum Calon PNS Kabupaten Bangka Barat, Senin (12/07/2021), sudah ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat rapid tes antigen yang mencatut nama RSUD Sejiran Setason dan dokter M.

Kapolres Bangka Barat AKBPAgus Siswanto didampingi Kasat Reskrim menyampaikan dua tersangka yakni HP dan RJ adalah pengguna dan pembuat surat hasil rapid tes antigen palsu untuk dapat menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok ke Tanjung Api-api.

Baca Juga: Oknum CPNS Palsukan Surat Rapid Tes, Sukirman Minta Jangan Terulang Lagi

"Pada hari Rabu 7 Juli 2021 sekira pukul 11.30 WIB, saksi bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat mengamankan satu laki-laki yang berinisial HP yang mana menduga menggunakan surat keterangan hasil rapid tes yang dikeluarkan RSUD Sejiran Setason atas nama dokter M ini yang dicatut dengan hasil negatif," jelas Kapolres dalam konferensi perss.

AKBP Agus mengatakan saat diinterogasi oleh petugas tersangka berinisial HP mengakui surat keterangan hasil rapid tes antigen itu dipalsukannya.

"Untuk pasal yang dilanggar 263 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 6 tahun, sekarang sudah tahap penyidikan. Tersangka ada dua HP berusia 33 tahun dan RJ berusia 36 tahun. Penting ya itu status, statusnya adalah anak orang, gak penting menurut saya di muka hukum itu semua sama," tegas kapolres.

Dijelaskan AKBP Agus, kedua oknum CPNS Bangka Barat sudah dilakukan penangkapan dan penahanan di Mapolres Bangka Barat.

Kapolres Agus sebelumnya enggan menyebutkan status kedua tersangka yang sempat diduga oknum CPNS Bangka Barat, saat ditanyai awak media status kedua tersangka pihak Polres menutupi dan meminta mencari tahu sendiri diluar.

"CPNS bukan suatu pekerjaan, CPNS bukan. Ya CPNS bukan pekerjaan ya kita gak termasuk menanyakan itu status kecuali kita buka pendaftaran. Pekerjaan itu petani, nelayan, CPNS bukan pekerjaan gak ada gaji disitu atau honor status itu," tutur Agus.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Robby Setiadi Purba,  kedua tersangka, yakni HP warga Banyuasin dan RJ warga OKU. Berdasarkan konfirmasi pihak BKPSDMD Bangka Barat benar kedua tersangka adalah oknum CPNS Bangka Barat.

Keterangan konfirmasi BKPSDMD Bangka Barat ditemui di kantornya, bahwa HP merupakan CPNS seorang guru di Pangkal Beras Kecamatan Kelapa, dan RJ merupakan CPNS Paramedik Veteriner Bangka Barat.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL